Polisi dan Paspampres Ribut di Penyekatan, Kapolres Jakbar Minta Maaf

·Bacaan 2 menit

VIVA – Viral di media sosial, video keributan antara polisi yang sedang melakuan penjagaan di penyekatan PPKM darurat di Kalideres, dengan seorang anggota Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres) yang hendak bekerja, Rabu sore 7 Juli 2021.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo menyatakan dirinya secara khusus sudah meminta maaf langsung kepada satuan Paspampres, atas kejadian itu.

Ady menjelaskan dirinya sudah bertemu dan berbicara kepada Komandan Paspampres untuk menjelaskan titik perkara yang sebenarnya.

"Saya barusan sudah menghadap Danpaspampres untuk konsolidasi supaya permasalahan di lapangan lebih baik. Sudah beres kok, nggak ada masalah," ujar Ady dikonfirmasi, Kamis 8 Juli 2021.

Ady mengatakan, berdasarkan laporan di lapangan sempat adanya keributan antara anggotanya yang bertugas dengan melakuan pakaian preman dengan petugas Paspampres yang sedang akan bertugas menuju istana, namun tidak sampai terjadi aksi pukul.

Dalam hal ini Ady mengatakan bahwa perkara tersebut telah usai di lapangan.

"Ya memang kan yang diberitakan itu, ada video yang di penyekatan itu. Saya udah ngadep Danpaspampres, udah konsolidasi dengan beliau, beliau sudah sangat welcome, nggak ada masalah kok. Intinya udah clear semua," ujarnya.

Baca Juga: Dua Jalur Pemulihan Ekonomi Memburuk, IMF Serukan G20 Lakukan Ini

Ady mengatakan dirinya atas nama Polres Metro Jakarta Barat memjnta maaf langsung kepada institusi Paspampres. "Saya meminta maaf dengan kejadian itu. Barusan saja selesai ngadep koamnsan paspampres,” ujarnya.

Selama pelaksanaan penyekatan PPKM Darurat di Kaliderea Jakarta Barat, Ady mengatakan pihaknya akan lebih humanis dan ramah, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Secara khusus pula, Ady meminta anggotanya yang bertugas di penyekatan PPKM Darurat Kalideres Jakarta Barat untuk tidak arogan dalam menjalankan tugasnya.

"Namanya di lapangan dinamikanya macem-macem. Anggota kita juga salah, kita terlalu kasar. Intinya seperti itu, jangan arogan dan sewenang-wenang," ujarnya.

Diketahui keributan tersebut terjadi pada Rabu 7 Juli 2021 petang di pos penyekatan Daan Mogot, video polisi yang mengerumuni seorang diduga anggota Paspampres tersebut viral di media sosial.

Dalam video tersebut terdengar suara rekaman anggota polisi yang menyerukan "Kalau kamu Paspampres, kenapa memang?"

"Iya, saya salah," ujar Paspamres yang diketahui beridentitas Praka IG.

Kemudian sejumlah anggota TNI yang bertugas di penyekatan memeriksa Praka IG.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel