Polisi dan pecalang amankan aksi diam tolak kenaikan BBM di Bali

Sebanyak 232 personel pengamanan yang tergabung dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar, pecalang Majelis Desa Adat dan dibantu unsur TNI mengawal aksi diam atau rangkaian demonstrasi menolak kenaikan BBM dari mahasiswa di Bali.

"Kalau di sini dilibatkan kurang lebih 142 polisi dibantu tentara, jadi total 232, juga termasuk pecalang Desa Adat Denpasar ada pecalang kelompok Sanur dan Denpasar kurang lebih 43 orang," kata Kabag Ops Polresta Denpsar Made Uder di Denpasar, Jumat.

Aksi diam dari aliansi Bali Jengah yang tergabung dari elemen mahasiswa, komunitas lokal, dan LSM ini dilakukan di kawasan Catur Muka Kota Denpasar setelah sebelumnya demonstrasi menyikapi kenaikan BBM dilakukan Sabtu (10/9) lalu.

"Kita melihat Bali Jengah ini kontennya masih dengan kenaikan harga BBM, kita berikan mereka menyalurkan aspirasi, kita ajak wujudkan keamanan jangan sampai mengganggu lalu lintas. Sepanjang mereka dalam koridor menyampaikan aspirasi, kita tetap beri ruang," ujar Made Uder.

Baca juga: Ketua DPRD ditemani Wagub Lampung temui pengunjukrasa

Baca juga: Teatrikal warnai aksi terkait penyesuaian harga BBM di Patung Kuda

Dalam aksi keduanya ini, aliansi Bali Jengah melalui koordinator humas aliansi Leonhard Wijaya Kusuma menyampaikan bahwa tuntutan mereka terhadap kenaikan BBM masih berlanjut, dengan kali ini memilih aksi diam lantaran tak kunjung mendapat respon dari pemerintah.

"Untuk aksi diam kita pilih karena kita merasa pemerintah saat ini sudah cukup untuk tidak mendengarkan kita, kita coba untuk menguji dengan aksi diam yang kita pilih di Catur Muka untuk memberi atensi ke masyarakat," kata Leonhard di Denpasar.

Saat demonstrasi berlangsung, sebanyak 50 peserta aksi datang dengan membawa atribut pendukung seperti papan dengan tulisan dan karakter figur politik seperti Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Kepada media, Leonhard menyampaikan bahwa alasan pihaknya menghadirkan gambar tokoh tersebut karena dinilai sebagai pejabat-pejabat yang mampu mempengaruhi kondisi harga BBM saat ini.

"Untuk permasalahan BBM lingkupnya sudah nasional. Tidak hanya untuk Presiden, tapi juga DPR RI jadi kami pakai poster dengan figur mereka. Keduanya punya peran penting yang mampu mengendalikan harga yang sedang melonjak," ujarnya.

Selain itu terdapat poster ucapan ulang tahun kepada Puan Maharani, para peserta aksi mengaku menyayangkan perayaan ulang tahun putri mantan Presiden Megawati tersebut lantaran dirayakan saat para mahasiswa tengah demonstrasi, sementara tuntutannya belum ditanggapi.*

Baca juga: Polda Lampung sebut unjuk rasa kenaikan BBM berlangsung tertib

Baca juga: Ribuan ojol gelar aksi minta kenaikan tarif dan turunkan harga BBM