Polisi dan Tentara Sri Lanka Bubarkan Tenda Demonstran di Depan Kantor Kepresidenan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi dan tentara Sri Lanka hari ini membubarkan paksa demonstran anti-pemerintah yang mendirikan tenda di luar kantor kepresidenan di Colombo. Dua hari lalu parlemen Sri Lanka baru saja memilih Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sebagai presiden yang baru setelah Gotabaya Rajapaksa dilengserkan kemudian melarikan diri ke luar negeri.

Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan aparat mengenakan pakaian antihuru-hara membubarkan tenda demonstran dan menangkapi pengunjuk rasa di kantor kepresidenan di Galle Face.

Wickremesinghe Rabu lalu sudah dilantik sebagai presiden dan menyerukan aparat keamanan untuk menegakkan ketertiban.

Juru bicara polisi SSP Nihal Thalduwa membenarkan sembilan orang ditangkap dan akan disidang Jumat nanti.

Sejumlah demonstran sudah berdemo dengan mendirikan tenda di luar kantor presiden selama beberapa bulan terakhir. Tuntutan mereka waktu itu adalah Presiden Gotabaya Rajapaksa mundur dari jabatannya. Wickremesinghe sendiri adalah masih orang dekat Rajapaksa.

Krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka membuat 22 juta penduduknya harus mengalami penderitaan kekurangan bahan bakar, makanan, dana bahan kebutuhan pokok.

Polisi dan tentara kini berjaga-jaga di luar kantor presiden.

Sejumlah pengamat menyampaikan kekhawatiran penggunaan kekerasan oleh aparat terhadap demonstran.

Komisi Hak Asasi Sri Lanka mengecam tindakan kerasa aparat dengan menyebut perbuatan itu "brutal dan keji serta melanggar hak rakyat yang paling mendasar." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel