Polisi di Aceh Timur Bunuh Diri, 17 Personel Diperiksa Propam

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Aceh, Kombes Pol Winardy mengatakan, tim Propam Polda Aceh telah memeriksa 17 personel Polres Aceh Timur terkait dugaan bunuh diri seorang polisi berpangkat Brigadir Satu (Briptu) Wendi Pratama.

"Ada juga dua warga sipil yang diperiksa," katanya dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (31/8).

Dia menjelaskan, sebanyak 17 polisi itu terdiri dari dua perwira menengah, dua perwira pertama, dan 13 bintara.

Mereka yang diperiksa itu ada yang datang lebih awal ke tempat kejadian perkara (TKP) sebelum Wendi Pratama tewas, dan ada yang saat kejadian berada di sekitar TKP.

“Saat itu (beberapa polisi) masih ada interaksi dengan almarhum Briptu WP beberapa jam sebelum kejadian,” ujarnya.

Winardy mengaku saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan autopsi bagian dalam dan pemeriksaan dugaan jelaga oleh Laboratorium Forensik

"Sambil menunggu hasil Labfor, Bidang Propam melakukan analisa untuk menyimpulkan motif dan kronologis, yang akan kita umumkan setelah hasil Labfor keluar," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Briptu Wendi Pratama ditemukan tewas di rumahnya di Desa Seuneubok Punteut, Peudawa, Aceh Timur, pada Kamis sore, 25 Agustus 2022.

Terdapat satu luka tembakan di bagian kepala sebelah kanan diameter dua sentimeter di atas telinga tembus ke bagian kiri kepala dengan diameter 2,5 sentimeter. Di lokasi kejadian juga ditemukan senjata api.

"Tidak ditemukan luka lain atau lebam, trauma, paksaan, atau benda tumpul. Cenderung jenazah normal. Itu hasil sementara autopsi luar," katanya Kombes Pol Winardy, Jumat (26/8). [fik]