Polisi di Bengkulu dan Istri Aniaya ART, Korban Mengaku Dipukul dan Disiram Air Panas

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang warga Bengkulu Utara, berinisial YA mengaku menjadi korban penganiayaan majikannya. YA yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu mengaku dipukul hingga disiram air panas majikannya seorang polisi berinisial BA dan istrinya, LE.

Aksi pelaku kemudian dilaporkan korban Polres Bengkulu. Korban telah bekerja di rumah tersangka sejak Desember 2021 mengaku dianiaya pelaku sejak Juni 2022.

Kedua pelaku kemudian ditahan tim Kejaksaan Negeri Bengkulu usai tim penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Bengkulu melimpahkan berkas kasus penganiayaan terhadap asisten rumah tangga ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Bengkulu.

Ketua Tim JPU Kejari Bengkulu Jumita Triana mengatakan bahwa penahanan tersebut sesuai dengan instruksi dari Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yunitha Arifin.

"Dengan tegas sesuai instruksi Kajari Bengkulu usai menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik unit PPA Polres Bengkulu, kami selaku tim JPU melakukan penahanan terhadap kedua tersangka kasus dugaan penganiayaan asisten rumah tangga," kata Jumita di Kota Bengkulu, Selasa (6/9).

Pelaku Ditahan

Dia menjelaskan bahwa kedua tersangka tersebut ditahan oleh JPU selama 20 hari ke depan di sel tahanan Polres Bengkulu.

Alasan penahanan tersebut, ujar dia, guna mempermudah proses persidangan sebab dikhawatirkan kedua tersangka tersebut melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka maka mereka dikenakan Pasal 44 ayat 2 subsider Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan KDRT junto Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana selama 10 tahun penjara. [gil]