Polisi Dirikan Posko Klaim Asuransi Jasa Raharja Korban Pesawat SJ-182

Lutfi Dwi Puji Astuti, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Petugas Polres Bandara Soekarno Hatta, mendirikan posko Crisis Center Sriwijaya Air Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta yang dipersiapkan untuk proses klaim asuransi Jasa Raharja dan Trauma Healing keluarga penumpang pesawat jatuh tersebut.

Kapolres Kota Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menjelaskan, posko Crisis Center Terminal 2D, disiagakan bagi keluarga penumpang pesawat untuk menyerahkan data dan berkas dokumen penumpang.

"Pengecekan data proses klaim asuransi Jasa Raharja dan trauma healing oleh Polisi Wanita," ungkap Kapolresta Bandara Soetta Kombes Adi Ferdian, Minggu, 10 Januari 2021.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan mobil gratis dan pengawalan bagi pihak keluarga penumpang yang berada di Posko Crisis Center Terminal 2D jika ingin datang ke JICT, RS Polri atau ke rumah keluarga lainnya yang ada di Jakarta.

"Kami siagakan petugas, dengan mobil dan pengawalan bagi keluarga penumpang yang ingin diantarkan ke JICT Tanjung Priok, Ke RS Polri untuk Antem Mortem atau ke kediaman kerabat dan keluarga di Jakarta," ujarnya.

Sementara, Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Raharjo mengatakan, pihaknya pun melakukan koordinasi dengan stakeholder bandar udara dan maskapai untuk mengetahui data-data dalam kecelakaan tersebut. Tidak hanya itu, sejumlah personel pun turut disiagakan di pokso crisis center.

Diketahui, pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pada pukul 14.37 WIB. Dimana, pesawat pun dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Dalam hal ini, tersebut mengangkut 50 penumpang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi, seeta 12 kru pesawat.

Bagi keluarga penumpang yang ingin mendapatkan informasi terkait kecelakaan SJY 182, bisa menghubungi hotline Sriwijaya Air di nomor 021 806 37817.

"Kami saat ini terus berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder, baik itu Kementerian Perhubungan, Basarnas, dan maskapai Sriwijaya Air. Untuk langkah kami saat ini, kita langsung menempatkan teman-teman Jasa Raharja di Bandara Soetta dan Supadio," ungkapnya.

Diketahui, pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak pada pukul 14.37 WIB. Dimana, pesawat pun dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Dalam hal ini, tersebut mengangkut 50 penumpang terdiri dari 43 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi, serta 12 kru pesawat.