Polisi Ditembak Mati di Sumut, Saksi Dengar Letusan Senjata Api Sekali

·Bacaan 2 menit

VIVA – Usai melakukan penembakan terhadap anggota polisi, pelaku berinisial YSN sempat meminta tolong seorang warga bernama Supriadi, untuk membantunya membuang mayat korban, Aiptu Josmer Samsuardi Manurung (44) yang sudah tewas terkapar bersimbah darah.

Peristiwa itu terjadi di perladangan yang merupakan lahan perternakan bebek milik Josmer di Gang Rotan, Jalan Sultan Serdang, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Rabu malam, 19 Agustus 2021. Rumah Supriadi persis di samping lokasi peternakan milik korban.

"Pelaku datang ke rumah ini, meminta tolong untuk meminta bantu membuang mayat korban," ujar Supriadi kepada wartawan, Kamis 19 Agustus 2021.

Supriadi mengaku ketakutan terkait peristiwa itu. Ia menolak permintaan YSN dan memilih menutup pintu rumahnya. Namun, pelaku terus mengedor pintu rumah hingga melemparnya menggunakan batu.

"Karena dia (Pelaku) menyebutkan yang menembak. Saya takut dan masuk ke dalam rumah. Dia ngedor pintu, ditunjang pintu dan melempar rumah saya juga," kata Supriadi.

Supriadi mengaku saat penembakan tersebut, mendengar sekali suara letusan senjata api. Ia mengungkapkan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

"Letusan terdengar satu kali. Kejadiannya sekitar jam 10 malam. Kami langsung melapor ke polisi. Pelaku sempat mengaku menyesal," tutur Supriadi.

Supriadi mengatakan antara korban dan pelaku merupakan paman dan keponakan. "Korban pemilik usaha ternak bebek dan pelaku sebagai pekerjanya. Cuma sendiri bekerja di situ (pertenakan bebek)," kata Supriadi.

Pelaku yang merupakan warga Jalan Kebun Sayur, Gang Melati, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara nekat menembak mati pamannya sendiri dipicu sakit hati karena diduga kerap dimarahi korban.

"Pelaku selama ini diminta korban untuk menjaga ternak korban," ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Komisaris Besar Polisi Hadi Wahyudi kepada wartawan di Kota Medan.

Josmer yang bertugas di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut sempat memarahi pelaku karena banyak hewan ternak yang dijaga pelaku mati.

"Pelaku diingatkan bahwa ternak Bebek korban banyak yang mati kurang 100 (ekor). Pelaku tidak terima diingatkan oleh korban," ujar Hadi.

Josmer tewas bermula saat korban membersihkan senjata api miliknya. Saat itu, korban dalam posisi berdiri. Secara tiba-tiba datang dari arah belakang pelaku yang merupakan keponakan korban dan langsung merampas senjata api miliknya dan menembak kening korban hingga meninggal dunia.

Melihat korban sudah tewas, pelaku bermaksud membuang jasad korban. Namun, karena tak sanggup, dia meminta bantuan kepada tetangga untuk membuang jasad korban sambil memegang senjata api milik korban.

Tetangga korban yang melihat kejadian itu langsung mengamankan pelaku untuk diserahkan ke kantor polisi. Sementara jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api milik korban, 8 butir peluru kaliber 9 mm, 1 magasin, 11 kunci dan 1 tas.

Kemudian, barang bukti dan pelaku sudah diamankan dan diboyong ke Mapolresta Deli Serdang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel