Polisi: Dua DPO MIT Poso yang Tewas adalah Qatar dan Rukli

·Bacaan 2 menit

VIVA – Polisi berhasil mengidentifikasi dua jasad terduga Daftar Pencarian Orang Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang tewas dalam kontak tembak baru-baru ini di pegunungan Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, adalah Qatar dan Rukli

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, berdasarkan hasil identifikasi, keduanya adalah Rukli dan Qatar alias Farel. "Olah DNA dari tiga daftar pencarian orang (DPO) yang terakhir, pertama Qatar, kedua Rukli, dan ketiga adalah Ambo," katanya, Rabu, 4 Agustus 2021.

Rakhman mengatakan, salah satu buronan MIT Poso yang tewas, yakni Qatar, merupakan DPO yang memimpin aksi pembunuhan di dua desa di Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso.

"Hasil analisis intelijen itu Qatar yang melakukan pembunuhan di Lemban Tongoa dan Kalimago, kemudian seperti analisis kita, mereka itu terbagi dari beberapa kelompok," katanya.

Pada Juli 2021, selama sepekan terjadi dua kali kontak tembak antara satgas Madago Raya dengan DPO MIT Poso. Insiden Kontak tembak itu menewaskan tiga orang DPO MIT.

Insiden pertama terjadi pada 11 Juli, di Pegunungan Desa Tanah Lanto Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong yang menyebabkan dua DPO MIT Poso tewas.

Kemudian pada 17 Juli, kontak tembak mengakibatkan satu DPO MIT Poso kembali tewas. Insiden terjadi di Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, tidak jauh dari lokasi kontak tembak yang pertama.

Dari dua lokasi itu, Satgas Madago Raya menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api jenis revolver, amunisi, bom lontong, kompas, bendera, dan sejumlah barang bukti lainnya yang diduga digunakan ketiga DPO MIT Poso yang tewas.

Ketiga jenazah DPO MIT Poso dimakamkan di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Poboya, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Namun, dari tiga jenazah itu, baru satu jenazah yang berhasil diidentifikasi kepolisian.

Menurut data kepolisian, DPO MIT Poso yang masih diburu oleh Tim Satgas Madago Raya berjumlah enam orang. (ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel