Polisi Duga Demo 3 Juni di Jayapura Ditunggangi Simpatisan KNPB

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkapkan aksi demo 3 Juni di Kota Jayapura, Papua ditunggangi simpatisan Komite Nasional Pembebasan Papua Barat (KNPB). KNPB merupakan salah satu organisasi pergerakan Papua merdeka.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Victor D. Mackbon mengatakan pihaknya sudah mengimbau massa aksi tidak melakukan tutup jalan. Namun kelompok tersebut melawan petugas. Menutup jalan sejak pagi tadi.

"Ada juga beberapa titik yang kita fasilitasi mereka menyampaikan aspirasi dengan baik, di antaranya yaitu di Jalan Biak dan Perumnas III, awalnya tadi ada yang melawan petugas. Jadinya ada langkah-langkah Kepolisian yang harus diambil," kata Victor di Perumnas III Waena Distrik Heram, Jayapura, Jumat (3/6).

Victor menyebut, pihaknya sudah berupaya persuasif tapi tetap massa tidak mendengarkan. Untuk itu, polisi melakukan tindakan tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban.

"Jadi massa tolong dengar imbauan kami, jangan ganggu atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan, mari bekerja sama dengan baik," ujar dia.

Sebelum aksi, kata Victor, polisi telah menyampaikan syarat-syarat dalam kegiatan penyampaian aspirasi. Namun, penanggungjawab aksi tidak bisa menunjukkan syarat-syarat tersebut.

"Kita sudah komunikasi dengan Jefry Wenda, selaku penanggungjawab aksi dan sudah kita sampaikan syarat-syarat tapi dirinya tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut, seperti Organisasi PRP apakah sudah terdaftar di Kesbang dan metode massa berapa, kami sampaikan tidak boleh tapi kami fasilitasi mereka jika ingin ke DPR. Namun hanya perwakilan saja berapa yg mau ke sana, namun tidak dipenuhi," terang Victor.

Victor menambahkan, polisi tidak pernah membatasi penyampaian aspirasi. Polisi juga siap untuk memfasilitasi massa aksi. Akan tetapi, ada pertimbangan lain di mana muncul dugaan aksi demo 3 Juni ditunggangi simpatisan KNPB.

Beredar Foto Kekerasan saat Demo

Beredarnya foto-foto diduga korban kekerasan aparat saat demo di media sosial facebook. Polisi meluruskan, foto-foto tersebut foto lama yang diunggah ulang oleh oknum tidak bertanggungjawab.

"Kami sudah cek postingan tersebut dan akan lakukan penyelidikan lebih lanjut dengan akun yang menyebarkan informasi hoaks di media sosial facebook," ujar Victor.

Dalam postingan tersebut, ada massa aksi terluka di wilayah sekitar Expo Waena, Kelurahan Waena, Distrik Hedam. Namun kenyataannya di wilayah Expo tidak ada massa yang melakukan aksi. Dan juga tidak dilakukan pembubaran paksa di Expo.

"Sedangkan di wilayah Uncen bawah kita lakukan pendekatan. Karena aksi demo menutupi jalan sehingga diambil tindakan terukur. Namun tidak ada korban," tegas Victor.

Victor mengingatkan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Situasi kamtibmas di seputaran Kota Jayapura khususnya di wilayah Distrik Heram dan Abepura aman dan kondusif, aktivitas arus lalu lintas berjalan normal seperti biasanya," tutur Victor. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel