Polisi Duga Keributan Sekuriti dengan Penghuni Perumahan di Jakbar Akibat Pungli

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Polres Metro Jakarta Barat menduga keributan sekuriti dengan penghuni perumahan di Kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan yang viral di media sosial akibat adanya pungutan liar atau pungli dan perampasan kendaraan.

"Itu diduga ada pungli termasuk apa namanya perampasan kendaraan, karena kalau yang viral itu kan mobilnya di ambil di rampas, itu yang jadi fokus kita," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).

Joko menyebut, sebanyak 16 orang sekuriti diintegorasi penyidik sebagai saksi. Ia hendak menggali peran-peran masing-masing sekuriti, terutama yang merintah mereka melakukan pungutan liar.

"Nanti kita lihat siapa yang berperan atau tokoh utamanya," ujar dia.

Sejauh ini, Joko mengatakan satu orang sekuriti berpotensi menjadi tersangka. Tak menutup kemungkinan jumlah akan bertambah.

"Satu sudah ada sih (potensi tersangka), nanti bisa berkembang, satu itu dari kelompok sekuriti juga," ucap dia.

Jadi Viral

Sebelumnya, viral rekaman video yang memperlihatkan keributan di Kompleks Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat. Keributan diduga terjadi antara petugas sekuriti dan salah satu warga.

Dalam rekaman video yang diunggah oleh salah satu akun Instagram, CCTV merekam suasana di depan rumah seorang warga. Nampak mobil bak terbuka terpakir di depan dan kerumunan sekuriti berompi hijau.

Kemudian, ada seorang perempuan berdialog dengan pria bertopi. Entah apa yang mereka bicarakan. Tiba-tiba, pria berbaju hitam yang berada di dekat situ mendorong lawan bicaranya.

Aksi pria itu menyedot perhatian belasan sekuriti. Perkelahian pun terjadi dan ada di antara mereka berusaha melerai. Setelah keributan reda, sekuriti bahu-membahu mendorong mobil bak terbuka menjauh dari penghuni rumah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel