Polisi Duga Pelaku Pembakaran SMK Negeri 1 Oksibil Anggota KKB Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - Bangunan SMK Negeri 1 Oksibil, Pegunungan Bintang, Papua, dibakar Orang Tidak Dikenal (OTK) pada Senin (9/1). Kepolisian menduga pelaku berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

"Diduga pelaku dari KKB sudah meninggalkan lokasi, sementara dalam proses penyelidikan lebih lanjut," tutur Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo, Senin (9/1).

Menurut Benny, kebakaran terjadi di satu ruang guru dan satu kelas. Peristiwa itu terjadi saat tidak ada kegiatan pembelajaran lantaran para siswa masih libur.

"Personel Polres Pegunungan Bintang dipimpin AKBP M Dafi Bastomi bersama TNI dan Brimob sudah mendatangi TKP," jelas dia.

Adapun peristiwa pembakaran itu terjadi sekitar pukul 10.50 WIT. Masyarakat melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat saat masuk pukul 11.00 WIT.

"Tidak ada korban dari kejadian tersebut," Benny menandaskan.

KKB Tembak Pesawat Kargo

Selain membakar SMK Negeri 1 Oksibil, KKB Papua juga menembaki pesawat kargo Ikaros Jenis Caravan PK-HVV di Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (9/1) pagi ini.

Benny menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIT, saat pesawat kargo akan melakukan landing dengan rute Tanah Merah-Oksibil. Pelaku diduga berasal dari KKB Kodap XXXV Bintang Timur pimpinan Ananias Atimin Bintang.

"Pesawat kargo tersebut merupakan pesawat kargo barang dagangan, namun hingga kini kami masih belum mendapatkan kepastian mengenai korban jiwa maupun materil karena masih menunggu konfirmasi dari pihak Bandara Oksibil," tutur Benny.

Penembakan tersebut pun membuat pesawat batal untuk melakukan pendaratan atau landing. Polisi kini masih melakukan pendalaman atas aksi penembakan KKB Papua itu.

"Kami akan lakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kasus yang terjadi siang tadi di Bandara Oksibil tersebut, dan kami juga akan memastikan apa saja kerugian yang dialami akibat aki tersebut," jelas dia.

Sementara itu, Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Muhammad Dafi Bastomi menambahkan, pihaknya menjamin keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Hingga kini kami masih belum mendapatkan informasi mengenai sisi mana yang terkena tembakan, namun kami akan memastikan aktivitas penerbangan di Bandara Oksibil baik dari luar maupun keberangkatan," ujar Dafi.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com. [tin]