Polisi Duga Tersangka dan Korban Tewas di Apartemen Cipulir Saling Kenal

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi telah menetapkan satu tersangka terkait penemuan jenazah wanita berinisial I (22) di salah satu unit apartemen kawasan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (9/7) siang. Tersangka ialah seorang transpuan inisial L.

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menyebut antara korban dengan tersangka saling mengenal. Terlihat dari rekaman CCTV, korban sempat menjemput tersangka di lobi apartemen.

"Pada saat datang ke lokasi, itu korban menjemput tersangka di lobi. Di situ terjadi di dalam CCTV yang kami temukan perbincangan yang cukup hangat sehingga kami duga antara korban dengan pelaku ini udah cukup kenal," kata Budhi di Jakarta Selatan, Senin (20/6).

Budhi menyebut, tersangka dikenal memiliki keahlian melakukan suntik filler. Pengakuan tersangka ke penyidik, dia mempunyai salon kecantikan.

"Jadi tersangka ini punya salon, salon kecantikan, di mana di salon ini sering mungkin melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu bahkan sudah cukup lama kenal dengan korban," terang dia.

Sebelumnya, Budhi menerangkan pihaknya telah mendapatkan hasil otopsi jenazah korban. Dipaparkan terdapat gangguan pada jaringan di sekitar bokong dari korban.

"Iya (suntik filler) berdasarkan hasil otopsi ada gangguan jaringan. Nah gangguan jaringan ini tentunya dokter yang mungkin akan menjelaskan penyebabnya kenapa, nah yang jelas kesimpulan yang disampaikan pada kami diduga penyebab matinya ada gangguan jaringan yang disebabkan oleh masuknya benda ke dalam di bokong korban," ujar dia.

Budhi mengatakan, penyidik sedang mendalami orang-orang lain yang terlibat dalam kasus ini. Tak menutup kemungkinan ada tersangka lain.

"Terus terang masih kita kembangkan dan mudah-mudahan nanti kalau memang kami menganggap ada pelaku-pelaku lain yang diduga ikut bertanggung jawab tentunya akan kita mintai pertanggungjawaban," ujar dia.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian menemukan alat hisap sabu dan beberapa klip yang biasa digunakan untuk menyimpan narkoba. Barang-barang itu diperoleh saat tim indentifikasi mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

Reporter: AdyAnugrahadi/Liputan6.com [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel