Polisi Gagalkan Peredaran 203 Kg Sabu dan 404.491 Ekstasi di Riau

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan Polres Dumai menggagalkan peredaran narkoba 203 kilogram sabu dan 404.491 butir pil ekstasi. Sebanyak 16 orang tersangka ditangkap dari kasus tersebut.

Kapolda Riau Irjen M Iqbal mengatakan pengungkapan tersebut sebagai bukti jajarannya tetap menyatakan perang terhadap pengedar narkoba di wilayahnya. Penangkapan jaringan itu memakan waktu selama 4 hari.

"Tergelar barang bukti sabu 203 kg dan 404.491 butir ekstasi yang berhasil kita sita dari kasus penyalahgunaan tindak pidana narkoba. 203 kg sabu ini terdiri dari kasus TKP pertama yaitu di Taman Karya Pekanbaru, kita melaksanakan upaya paksa tentunya melalui proses penyelidikan," ujar Iqbal di Mapolda Riau, Senin (19/9).

Iqbal menjelaskan, awalnya tim Ditresnarkoba bekerja sama dengan Dit Intelkam berhasil mengungkap 100.000 butir ekstasi dan 100 kg sabu dengan 10 tersangka pada Minggu 11 september 2022.

"Lalu di TKP kedua yaitu Hotel Holywood dan perumahan Griya Citra Pekanbaru pada esokan harinya, diamankan 11 kg sabu dengan 4 tersangka ini dilakukan oleh Tim Ditresnarkoba," ucapnya.

Tak menyerah sampai di situ, besoknya lagi polisi kembali melakukan hal yang sama. Lokasinya tepat di Bandar Laksamana Bengkalis, giliran Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai berhasil menyita 92 kg sabu dan 304.491 butir ekstasi dari 2 tersangka.

Menurut Iqbal, sejak dia menjabat Kapolda Riau, anggotanya berhasil mengungkap total 500 kilogram sabu. Termasuk 203 kilogram sabu yang baru diungkap.

"Ini menunjukkan bahwa kita terus berperang dengan pengedar narkoba, dan ini juga menunjukkan bahwa tim Polda Riau terus melakukan kinerja yang sangat luar biasa. Lebih dari 500 kg sabu berhasil diungkap semenjak saya di sini," tegasnya.

Iqbal mengakui pihaknya terus melakukan upaya preentif, preventif secara terus menurus termasuk kerja sama dengan negeri jiran Malaysia.

"Dalam waktu dekat kita akan melakukan koordinasi dengan kepolisian negara Malaysia, untuk terus mengurangi masuknya barang barang haram ini ke wilayah kita," pungkasnya. [cob]