Polisi Hati-Hati Ungkap Penyebab Siswi SMP Ciracas Melompat dari Gedung Sekolah

Liputan6.com, Jakarta - Kabar simpang siur kematian siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, menyisakan pertanyaan atas penyebab dirinya melakukan tindakan bunuh diri tersebut.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Arie Ardian Rishadi menegaskan tidak ada perundungan terhadap siswi tersebut, bahkan Arie mengatakan dirinya perlu berhati-hati dalam mengungkap penyebab kematiannya.

"Tidak ada (dugaan perundungan), saya belum buka semua hasil pemeriksaan mengingat keterangan-keterangan yang ada harus diuji supaya tidak salah menyimpulkan," ungkap Arie, saat dikonfirmasi, Kamis (23/1/2019).

Sampai saat ini, polisi juga telah memeriksa beberapa saksi yang memiliki kedekatan dengan SN. Lebih jauh Arie menjelaskan bahwa dirinya belum bisa banyak memberi keterangan dalam kasus ini. Sebab peristiwa ini masih menyisakan trauma bagi keluarga korban bunuh diri.

"Sudah (periksa saksi), baik dari pihak sekolah, bapaknya dan teman-temannya, saya tidak ekspose terus menerus mengingat korban punya adek dan kakak yang trauma dan sangat terpukul," ungkap Arie.

Berhati-Hati

Sebelumnya, Tim Penyidik Polrestro Jakarta Timur menggelar rangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus bunuh diri seorang pelajar SMPN 147 Ciracas.

"Kepolisian sangat berhati-hati dalam memeriksa saksi-saksi, terutama yang di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polrestro Jaktim AKBP Hery Purnomo di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Sejumlah saksi yang telah menjalani pemeriksaan sejak Senin (20/1/2020) di antaranya orangtua korban, guru, hingga rekan-rekan korban.

Bahkan proses pemanggilan saksi masih terus berlangsung hingga saat ini untuk mendalami korban bunuh diri.

"Kasus ini ditangani oleh Penyidik Satuan Kriminal Umum (Krimum) Polrestro Jaktim," katanya.

Dikatakan Hary, proses pemeriksaan saksi hingga kini belum sampai pada kesimpulan terkait penyebab siswi kelas IX itu nekat melompat dari lantai gedung sekolahnya.

"Kita masih lakukan klarifikasi terhadap saksi-saksi. Saya belum bisa pastikan berapa lama rangkaian pemeriksaan saksi-saksi ini akan selesai sebab berhubungan dengan anak di bawah umur," katanya.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id

Saksikan video di bawah ini: