Polisi Hong Kong dapatkan kembali tumpukan baru bom bensin dari universitas

Hong Kong (Reuters) - Polisi di Hong Kong pekan ini kembali memasuki kampus satu universitas yang dikepungnya selama lebih dari 10 hari bulan lalu, dan mengumpulkan bom bensin dan bahan kimia yang baru ditemukan yang ditimbun oleh pemrotes anti-pemerintah di kota yang dikuasai China tersebut.

Setelah kisah dramatis itu --saat polisi anti-huru-hara dan lebih dari 1.000 demonstran mengubah kampus Polytechnic University di Hong Kong menjadi ajang bentrokan-- petugas dikerahkan untuk menemukan barang berbahaya lain yang ditemukan di antara reruntuhan dan disimpan di ruang terkunci.

Antara 26 November dan 2 Desember, pemerintah menyita 4.296 bom bensin, 671 botol bahan kimia dan 622 senjata, kata polisi di dalam satu pernyataan pada Selasa (3/12).

Petugas mula-mula memasuki kampus Polytechnic pada 29 November, ketika mereka mengumpulkan ribuan bom bensin, yang mereka periksa untuk menemukan sidik jari, serta busur dan anak panah serta botol bahan kimia.

Konflik di kampus tersebut meletus pada pertengahan November ketika pemrotes membarikade diri mereka terhadap polisi anti-huru-hara dalam beberapa hari bentrokan rusuh yang menandai peningkatan penting dalam kerusuhan politik yang telah mengacaukan bekas koloni Inggris itu selama enam bulan.

Sebanyak 1.100 orang ditangkap sehubungan dengan pengepungan kampus itu.

Protes tersebut, yang disulut oleh rancangan undang-undang ekstradisi yang kontroversial dan telah dicabut, telah membengkak jadi seruan lebih luas bagi kebebasan demokrasi yang lebih besar.

Mereka yang telah bergabung dalam demonstrasi pro-demokrasi menuduh China makin mencampuri kebebasan, yang dijanjikan buat koloni Inggris tersebut ketika kota itu dikembalikan kepada kekuasaan China pada 1997.

Semua partai pro-demokrasi meraih kemenangan besar dalam pemilihan dewan distrik lokal pada akhir bulan lalu. Pemimpin Hong Kong Carrie Lam telah menyerukan perdamaian di kota tersebut tapi tidak menawarkan konsesi apa pun.

Demonstrasi yang berkelanjutan, yang dijadwalkan berlanjut pekan ini dan diperkirakan menarik ribuan orang ke jalan-jalan pada akhir pekan ini, memperlihatkan sedikit tanda akan mereda dan telah mengorbankan ekonomi di pusat keuangan global itu.

Kegiatan bisnis di Hong Kong menyusut dengan langkah paling cepat dalam 21 tahun pada November, yang diseret oleh pemrotes dan tuntutan global yang melunak, demikian hasil satu survei IHS Markit pada Rabu.

Distributor merek dagang mewah terbesar di Asia, grup Bluebell, telah menyeru para gembong Hong Kong agar menghapuskan sewa dasar di pusat pertokoan, dan mengatakan kemerosotan dalam pengeluaran wisatawan bahkan akan mendorong makin banyak pengecer ke luar bisnis.

Penjualan di sebagian tokonya, dua yang berada di tebing penutupan, telah anjlok sebanyak 60 persen selama enam bulan protes, kata Kepala Pelaksana Bluebell Ashley Micklewright kepada South China Morning Post.

Hong Kong mencatat keambrukan pedagang eceran terbesarnya pada Oktober, saat penjualan merosot 24,3 persen jadi 30,1 miliar dolar HK, kata pemerintah pada Senin (2/12).

Jumlah baru tersebut akan memperluas resesi teknis yang tercatat pada kuartal terakhir, sementara pemerintah bersiap mengeluarkan babak keempat stimulus ekonomi.