Polisi, Hukum Pelanggar Lalu Lintas Dengan Baca Pancasila

Otosia.com -

Tindakan Iptu Musa Bakhtiar Ardani yang menghukum 3 pelajar SMK dengan cara disuruh membaca teks Pancasila, merupakan nilai pendidikan tersendiri. Hukuman terhadap pelanggar lalu-lintas tidak selalu dipukul rata, tapi perlu disesuaikan dengan kondisi pelaku, apalagi untuk para pelajar. Pemberian hukuman atas pelanggaran yang dilakukan, lebih tepat mengacu pada penanaman pendidikan.

Hal ini yang menjadikan seorang polisi, Iptu Musa mendapat apresiasi positif. Acungan jempol tak hanya disampaikan pejabat kepolisian Tuban, melainkan juga sejumlah tokoh masyarakat yang sejak lama mengenal sosok disiplin tersebut. Dalam jejaring sosial juga cukup banyak komentar yang mendukung tindakan edukatif tersebut.

" Ya gitu lah dapat peringatan dulu, jangan tiba" Tilang, komentar Eko Purwanto, dalam hompage Divisi Humas Mabes Polri yang merilis berita tersebut.

Iptu Musa Bakhtiar ArdaniIptu Musa Bakhtiar Ardani Saat Melaksanakan Razia Kendaraan (KotaTuban.com)

Peringatan yang mendidik,merupakan salah satu bentuk proses pendidikan lalu-lintas kepada para siswa, yang masih kurang tertib terhadap lalu lintas. Apalagi setelah mereka disuruh membaca teks pancasila, ditambah dengan membaca undang-undang nomor 20 tahun 2009 tentang lalu lintas, terkait pelanggaran yang mereka lakukan, justru akan lebih baik.(kpl/rd)

Sumber: Otosia.com

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.