Polisi India Tangkap Anggota Dewan karena Diduga Hina Nabi Muhammad

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi di kota Hyderabad, India, menangkap seorang anggota dewan karena diduga menghina Nabi Muhammad. Komentar Thakur Raja Singh dari partai berkuasa Bharatiya Janata (BJP) itu menuai kecaman dan unjuk rasa komunitas Muslim.

Raja Singh merupakan legislator di negara bagian Telangana. Dia kerap menjadi berita utama jarena ujaran kebencian anti-Muslimnya. Dua tahun lalu, Facebook memblokirnya karena melanggar kebijakan terkait ujaran kebencian platform media sosial tersebut.

Dikutip dari BBC, Jumat (26/8), Singh ditangkap pada Selasa pagi, tapi kemudian pengadilan membebaskannya dengan jaminan dengan dalih kesalahan teknis pada polisi.

Polisi lalu meminta masyarakat tenang dan mengatakan mereka sedang berusaha menangkap kembali politikus tersebut. Namun unjuk rasa terus berlanjut.

Pada Rabu malam, massa dari kelompok Muslim berunjuk rasa di berbagai titik di Hyderabad, meneriakkan slogan dan menyerukan penangkapan Singh, serta melemparkan batu dan membakar gambar pria tersebut.

Pada Kamis pagi, situasi masih memanas dan pasukan paramiliter dikerahkan di sejumlah titik untuk menenangkan situasi. Beberapa sekolah, toko, dan pom bensin ditutup.

Masalah muncul di Hyderabad sejak pekan lalu saat polisi menetapkan Singh sebagai tahanan rumah karena mengumumkan rencana penyerangan untuk menghentikan pertunjukan komedian Muslim, Munawar Faruqui. Singh mengancam akan memukul Faruqui dan membakar panggung pertunjukan.

Setelah pertunjukan Faruqui berlangsung aman pada Minggu malam, Singh pada Senin malam mengunggah video YouTube berdurasi 10 menit, yang isinya diduga menghina Nabi Muhammad. Dia berdalih video itu tidak menyerang agama maupun komunitas manapun dan hanya video komedi yang dia tujukan pada Faruqui yang dia tuduh telah menghina dewa dan dewi Hindu. Video tersebut telah dihapus YouTube.

"Saya tidak menyebut nama komunitas tertentu manapun. Video saya ditujukan untuk Faruqui dan saya mempertahankan kata-kata saya, dan saya tidak melukai sentimen siapapun," ujarnya, dikutip dari Indian Express. [pan]