Polisi Intensifkan Razia di Jalur Puncak Bogor saat Libur Panjang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menyiapkan skema pengaturan lalu lintas di jalur Puncak, menyambut libur panjang dalam rangkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 2020.

Polisi telah menyiapkan beberapa skenario strategis terkait rekayasa lalu lintas di beberapa titik rawan kepadatan. Selain itu, jalur dari arah Jakarta menuju Puncak atau sebaliknya akan diberlakukan satu arah pada saat terjadi kepadatan arus lalu lintas di kawasan Puncak.

"Jika volume kendaraan meningkat, maka kita berlakukan one way ke atas atau ke bawah. Kita sesuaikan dengan keadaan di lapangan," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fitra Zuanda, Senin (26/10/2020).

Dalam rangka pengaturan lalu lintas di jalur Puncak, pihaknya akan menerjunkan sekitar 100 lebih personel. Petugas akan disiagakan di beberapa titik lokasi yang dinilai rawan terjadinya kemacetan, seperti di persimpangan, pasar, maupun pintu masuk objek wisata.

Tak hanya itu, pihak kepolisian dengan petugas Satpol PP juga akan memperketat pengawasan protokol kesehatan bagi pengendara yang melintasi kawasan Puncak.

Selain razia kelengkapan surat-surat kendaraan, juga akan dilakukan operasi yustisi secara intensif di kawasan Puncak, Bogor. Bagi pengendara yang tidak memakai masker, maka akan dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp 100 ribu.

"Kebetulan libur panjang pekan ini bersamaan dengan operasi zebra lodaya, jadi nanti pengendara yang melanggar protokol kesehatan juga akan kita tindak bersama Satgas Covid-19," terangnya.

Kategori Pelanggaran Lalu Lintas

Petugas gabungan menutup jalan menuju kawasan Puncak Bogor, Sabtu (12/9/2020). Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah untuk mengurai kepadatan di kawasan Puncak. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Petugas gabungan menutup jalan menuju kawasan Puncak Bogor, Sabtu (12/9/2020). Polisi menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah untuk mengurai kepadatan di kawasan Puncak. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Untuk Operasi Zebra Lodaya, lanjut Fitra, akan menyasar para pengendara di bawah umur, tidak menggunakan helm dan tidak memiliki atau membawa kelengkapan surat-surat berkendara hingga pengendara yang nekat melawan arus lalu lintas.

"Kita prioritaskan operasi untuk tiga kategori itu," ucapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: