Polisi Israel Bubarkan Salat Tarawih di Al-Aqsa, Kemenag: Keji

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan prihatin yang sangat mendalam atas kekerasan yang terjadi di kompleks masjid al-Aqsa Yerusalem. Tindakan kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina khususnya umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa di Masjidil Al Aqsa.

"Tindakan membubarkan ribuan jemaah yang menggelar salat tarawih di masjid Al-Aqsa untuk menyambut Lailatul Qadar malam paling suci di bulan Ramadhan adalah perbuatan yang sangat keji dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," kata Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi di Jakarta, Minggu, 9 Mei 2021.

Tak hanya itu, Zainut juga menjelaskan, aparat Kepolisian juga melakukan pengusiran terhadap warga Palestina yang bermukim di kawasan Sheikh Jarrah, sebelah timur Yerusalem yang merupakan bentuk kesewenang-wenangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Apa yang dialami oleh warga Palestina khususnya umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa merupakan bentuk ujian yang sangat berat dari Allah SWT. Semoga mereka diberikan kesabaran dan kekuatan menerimanya," katanya.

Ia menegaskan bahwa bangsa Indonesia selalu berdiri di belakang perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak sebagai negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat.

"Prinsip bangsa Indonesia adalah menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," ungkapnya.

Untuk itu dia mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk terus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mendoakan semoga Allah SWT segera menurunkan pertolongan dan memberikan keselamatan bagi warga Palestina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel