Polisi Israel yang Serang Pemakaman Jurnalis Shireen Abu Aqla Lolos dari Hukuman

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Israel menyelidiki penyerangan anggotanya terhadap pengusung jenazah jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Aqla yang tewas ditembak Mei lalu. Kendati hasil penyelidikan menyatakan polisi melakukan penyerangan, namun tak ada anggota polisi Israel yang harus dihukum atas penyerangan tersebut.

Demikian diungkapkan sumber yang diwawancarai koran Israel, Haaretz, dikutip dari laman Al Jazeera, Jumat (17/6).

Penyerangan terhadap para pengusung jenazah itu hampir menyebabkan jatuhnya peti mati Shireen Abu Aqlah jatuh ke tanah. Penyerangan yang disiarkan langsung di seluruh dunia itu memicu kemarahan dan kecaman internasional.

Divisi Operasional Kepolisian Israel memaparkan kesimpulan hasil penyelidikannya pada Rabu malam kepada Komisaris Polisi Kobi Shabtai, yang memerintahkan penyelidikan pada Mei. Penyelidikan itu bertujuan untuk mengklarifikasi serangkain peristiwa yang menyebabkan polisi menyerang para pelayat. Shabtai menolak merilis temuan tersebut kepada publik.

Sumber polisi menyampaikan kepada Haaretz saat penyelidikan dimulai bulan lalu, mereka mendukung tindakan polisi dalam pemakaman tersebut.

"Jelas gambar yang muncul tidak menyenangkan dan bisa saja berbeda, tetapi secara keseluruhan polisi bertindak baik dalam insiden yang kompleks dan penuh kekerasan," kata seorang perwira senior polisi.

Menurut laporan Haaretz, peti mati itu awalnya dibawa dengan kendaraan sesuai persetujuan polisi, tapi kemudian diusung para pelayat tanpa izin polisi.

Saudara Shireen Abu Akleh, Anton Abu Akleh membantah klaim tersebut.

"Kami tidak pedili apa yang Israel sampaikan atau lakukan, segalanya jelas dari foto-foto. Polisi adalah penyerang," tegasnya.

"Mereka berusaha menutupi tindakan dan kesalahan mereka."

Shireen Abu Aqla, jurnalis senior Al Jazeera tewas setelah ditembak tentara Israel saat liputan di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki. Ribuan orang Palestina menghadiri pemakamannya. Polisi lalu menyerang para pelayat dan berusaha membubarkan mereka dengan tongkat.

Bulan Sabit Merah Yerusalem mengatakan 33 orang terluka dalam serangan tersebut dan enam orang dirawat di rumah sakit. Otoritas Israel mengatakan enam orang ditangkap setelah mengklaim para pelayat melempar batu dan botol. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel