Polisi-Jaksa Kerja Senyap Keroyok Dugaan Korupsi Damkar Depok

Dusep Malik, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Dugaan korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok akhirnya akan ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok dan Polres Metro Depok.

Kedua institusi penegak hukum itu sepakat bakal membagi tugas dengan kasus yang berbeda.

"Kalau dari polisi yang ditangani sebenarnya soal mobil operasional," kata Kasi Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, dikutip pada Sabtu 17 April 2021.

Sedangkan yang ditangani Kejari adalah dugaan korupsi soal pengadaan sepatu tahun 2018 dan pemotongan insentif atau honor pegawai terkait penanggulangan COVID-19.

Herlangga menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Metro Depok mengenai kasus tersebut.

"Kita selalu kordinasi. Kebetulan antara KPK, kejaksaan dan polisi adalah satu, merupakan aparat penegak hukum. Kita bertiga ada MoU bahwa kita sinergi siapa yang lidik lebih dulu dia yang berhak tangani," tuturnya.

Ia menambahkan, Kejari telah mengeluarkan surat perintah atau sprint pada 6 April 2021. Sementara sprint Polres Metro Depok pada 12 April 2021.

"Jadi kita duluan. Namun tidak tutup kemungkinan nanti kita bisa ada kesulitan atau biar cepat masyarakat terlayani kita berkolaborasi, kan ngga ada salahnya," ucap dia.

Herlangga mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman sebelum kasus ini viral. Laporan diterima pihaknya pada 31 Maret 2021.

"Kita kerjanya senyap, tanpa viral pun kita sudah bekerja. Karena laporan dari masyarakat itu tangg 31 maret, sebelum Sandi aksi, kita sudah jalan. Artinya kita tidak woro-woro karena kita intinya senyap tapi tujuan tercapai," ujarnya.