Polisi Jatim Kantongi Identitas Buronan Penggarong Bansos COVID-19 AS

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Jawa Timur bekerja sama dengan Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) untuk memburu satu daftar pencarian orang (DPO) atau buronan kasus website palsu (scampage) pemerintah AS yang dipakai untuk mendapatkan bantuan sosial COVID-19 di negara berjuluk Paman Sam itu. Identitas si DPO sudah dikantongi.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Zulham Effendy menjelaskan, satu DPO itu bernama Sauray Dahuri, warga negara India. “Kita bekerja sama dengan FBI untuk mencari keberadaan pelaku," katanya di Surabaya, Selasa, 8 Juni 2021.

Kasus itu diungkap Polda Jawa Timur beberapa bulan lalu. Mulanya yang ditangkap ialah SFR dan MZM, dua warga negara Indonesia yang berkomplot dengan Sauray. Dalam aksinya, mereka menyebarkan website palsu menyerupai website resmi pemerintah AS terkait bantuan COVID-19. Website itu sekaligus dipakai untuk mengumpulkan data pribadi warga AS di seluruh negara bagian.

Komplotan itu beraksi sejak Mei 2020 hingga Maret 2021. SFR bertugas menyebarkan SMS blast 14 website palsu bikinan MZM. Warga AS yang terjerat jebakan SMS tersangka lantas membalas dan menuliskan data pribadi di website palsu bikinan tersangka itu. Sedikitnya 30 ribu data pribadi warga AS di 14 negara bagian berhasil mereka kumpulkan.

Ribuan data itu kemudian dikelola tersangka Sauray lalu diajukan sebagai penerima bansos COVID-19 dari pemerintah AS sebesar 2.000 dolar AS per orang. Jika semua data itu lolos mendapatkan bantuan, tersangka kemungkinan meraup sebesar 60 juta dolar AS. SFR sudah pernah mendapatkan bagian sekira Rp420 juta, sementara MZM sudah mendapatkan duit dari aksi jahatnya itu Rp60 juta.

Sementara Sauray masih buron, dua tersangka kasus itu, SFR dan MZM, tak lama lagi bakal disidangkan di Pengadilan Neger Surabaya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Gatot Repli Handoko mengatakan, berkas perkara dua tersangka sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh jaksa dan dalam proses penyerahan tahap kedua (tersangka dan barang bukti) ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel