Polisi Jember Dekati Komunitas Syiah-Sunni

TEMPO.CO, Jember - Kepolisian Resor Jember bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kantor Kementerian Agama Jember melakukan pendekatan terhadap tokoh dan anggota komunitas Syiah dan Sunni di Jember. "Kami tidak ingin peristiwa bulan Mei lalu meletus lagi setelah konflik di Sampang," kata Kepala Polres Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi Jayadi, Rabu, 29 Agustus 2012.

Komunitas Syiah dan Sunni yang didekati itu berada di wilayah Kecamatan Puger. Komunitas Syiah di Kecamatan Puger memiliki Pesantren Darus Sholihin.

Akhir Mei 2012 lalu sempat terjadi bentrokan antara kedua komunitas karena sekelompok orang melarang acara pengajian yang akan digelar oleh Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Puger.

Orang-orang yang mengaku jamaah Pesantren Darus Sholihin mengancam akan membubarkan paksa jika acara pengajian dilanjutkan. Akbiatnya, warga nahdliyin marah dan sempat terjadi bentrok fisik meskipun bisa segera diredam aparat kepolisian.

Jayadi menjelaskan langkah pendekatan kepada tokoh masyarakat dari kedua komunitas dilakukan sesuai hasil pertemuan awal pekan ini. Disepakati bahwa kepolisian, Forpimda, MUI serta kantor Kementerian Agama Jember, melakukan pendekatan.

Tujuannya untuk memantapkan proses mediasi konflik Mei lalu sekaligus mengikis bibit-bibit konflik baru yang mungkin bisa terjadi karena provokasi atau lainnya. "Tim dari Satuan Dalmas (Pengendali Massa) Polres Jember serta Polsek Kencong selalu siaga di sana untuk mengantisipasi kondisi terburuk," ujar Jayadi pula.

Ketua MUI Jember, Halim Subahar, mengatakan bahwa aliran yang dianut oleh jamaah Darus Sholihin pimpinan Ustadz Ali Al Habsy adalah Syiah. Namun MUI tidak punya kewenangan untuk melarang karena merupakan ranah Pemerintah Kabupaten Jember untuk menindaknya. "Kami serahkan kepada Bupati untuk menindaklanjuti hasil kajian kami," ucapnya.

Selain melakukan pendekatan dan mediasi, polisi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menurunkan lima dari tujuh tujuh spanduk yang dipasang oleh orang tak dikenal dan bernada provokatif. Di antaranya bertuliskan "Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 55 tahun 2012 Tentang Pengawasan Aliran Sesat di Jawa Timur dan Keputusan MUI Jawa Timur; Ajaran Syiah sesat dan Menyesatkan."

MAHBUB DJUNAIDY

Berita lain:

Curhat Polisi Soal Tragedi Syiah di Sampang

Nunung ''OVJ'' Nikah dengan Biaya Rp 1 Miliar

Menteri Lingkungan Imbau Pria Pipis Sambil Duduk

Yusril: Saya Tak Bermaksud Hina Presiden

''R'', Si Provokator Penyerangan Syiah di Sampang

Dahlan: Tidak Ada yang Mau Beli Djakarta Lloyd

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.