Polisi Jerman cari motif penabrak karnaval yang lukai 60 orang

Volkmarsen (AFP) - Pihak berwenang Jerman pada Selasa bergegas untuk menentukan motif seorang pria yang menabrakkan mobilnya ke prosesi karnaval, melukai puluhan dan lebih lanjut meresahkan negara yang diguncang oleh penembakan massal yang fatal pekan lalu itu.

Dalam sebuah pernyataan sore, polisi mengatakan jumlah yang terluka sekarang mencapai sekitar 60 orang dan meminta mereka yang terluka dalam insiden itu atau memiliki bukti untuk menghubungi petugas.

Korban termuda dalam peristiwa itu baru berusia dua tahun dan 20 dari mereka yang terluka adalah anak-anak. Orang tertua yang terluka berusia 85 tahun.

Penyelidik mengatakan pengemudi Jerman berusia 29 tahun itu tidak mabuk pada saat kejadian pada Senin, tetapi belum dapat mengesampingkan bahwa ia berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang, kantor berita nasional DPA melaporkan.

Tersangka masih belum diinterogasi karena juga mengalami cedera, kata seorang juru bicara kepolisian kepada wartawan di dekat lokasi kejadian di Kota Volkmarsen, Hesse.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang pria bersenjata dengan motif rasis diduga membunuh sembilan orang dengan latar belakang migran di Hanau, juga di negara bagian Hesse barat, yang memicu kekhawatiran akan serangan berulang.

Para pejabat membatalkan semua parade karnaval di seluruh negara bagian pada Senin, sementara prosesi anak-anak dibatalkan pada Selasa di ibukota negara bagian Wiesbaden.

Tetapi pihak berwenang telah berhenti menyebut insiden itu sebagai serangan sampai mereka tahu lebih banyak tentang motif pengemudi.

"Saya melihatnya pergi, dia tampak seperti sedang memakai narkoba dan berkata 'saya segera akan muncul di surat kabar'," kata seorang tetangga tersangka kepada media Jerman RTL.

Namun demikian, jaksa penuntut di Frankfurt telah membuka penyelidikan terhadap dugaan percobaan pembunuhan. Mereka merasa pengemudi sengaja melaju ke arah kerumunan dengan niat membunuh.

Jaksa mengatakan mereka juga telah menangkap orang kedua yang merekam mobil itu mengamuk, dengan mengutip undang-undang privasi.

Saksi mata menggambarkan bagaimana pria itu mengemudi Mercedes peraknya dengan kecepatan tinggi melalui penghalang dan kerumunan orang di parade tradisional "Rose Monday" di Volkmarsen, sebuah kota kecil di negara bagian Hesse.

"Istri saya memanggil saya dan saya langsung lari ke sana. Saya melihat putri saya terbaring berdarah di tanah," kata Sven Hirdler yang berusia 33 tahun kepada surat kabar pasar Bild.

Anak Hirdler yang berusia empat tahun Emilia mengalami cedera yang relatif ringan dan gegar otak.

Pada Selasa pagi, kendaraan hias dan balon karnaval masih berada di sekitar Volkmarsen, sementara kendaraan darurat tetap berada di tempat kejadian ketika mobil pelaku diangkut.

Polisi Hesse mengatakan bahwa dari yang terluka, 35 tetap di rumah sakit sementara 17 sudah kembali ke rumah.

Seperti di banyak bagian negara itu, penduduk di Volkmarsen sedang merayakan Rose Monday, acara perayaan karnaval tahunan yang menampilkan orang dewasa dan anak-anak dengan kostum dan menghadiri parade di mana orang-orang bermain musik dan melempar permen dari kendaraan hias.

Pesta itu, yang secara tradisional dirayakan sebagian besar di Jerman barat, merupakan acara yang menghibur bagi negara yang terguncang oleh penembakan mematikan di Hanau Rabu lalu.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran atas gerakan sayap kanan negara itu yang semakin berani, setelah seorang politisi pro-migran dibunuh pada Juni dan serangan anti-Semit terhadap sebuah sinagog menewaskan dua orang di Kota Halle Oktober lalu.

Pemandangan sebuah mobil menabrak kerumunan mengingat serangan teror Jerman paling mematikan dalam sejarah baru-baru ini, ketika seorang ekstrimis menabrakkan i truknya ke pasar Natal Berlin yang ramai, menewaskan 12 orang pada Desember 2016.

Penyerang itu, seorang pencari suaka Tunisia yang gagal, telah berjanji setia kepada kelompok IS.

Setelah penembakan Hanau, Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer pada Jumat bersumpah untuk menempatkan lebih banyak polisi di masjid, stasiun kereta api, bandara dan perbatasan.