Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Bayi Dibuang di Ember

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM, MELAWI - Kepolisian Resor Melawi sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga membunuh dan membuang bayi laki-laki ke dalam ember di kompleks asrama Dusun Serundung, Desa Tanjung Niaga, Kecamatan Nanga Pinoh kemarin.

"Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, dan dari keterangan sejumlah saksi, sudah ada yang mengarah pada seseorang. Dugaan sementara pelakunya adalah penghuni asrama tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Melawi AKP Joko Sulistiono kepada Tribun Jumat (22/2/2013).

Kendati demikian, kata Joko, pihaknya belum menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka, lantaran pemberkasan yang dilakukan kepolisian belum lengkap.

"Kita belum BAP yang bersangkutan karena saat ini dirinya masih sakit dan menjalani perawatan di kediaman orangtuanya, jadi belum bisa kita simpulkan. Ya kesimpulan saya sampai situ saja," jelas Joko.

Menurut Joko, bayi yang dibuang oleh ibunya tersebut memang sudah memasuki usia kelahiran. Bukan diaborsi. Sedangkan pada saat melakukan persalinan, pelaku tanpa bantuan orang lain.

"Ya mungkin karena dia bersalin sendiri makanya sekarang masih sakit, apalagi pelaku masih di bawah umur. Untuk saat ini kita masih akan lakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Joko.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Dusun Serundung, Desa Tanjung Niaga, heboh menyusul ditemukannya bayi laki-laki di dalam ember. Bayi malang tersebut diduga sebagai hasil hubungan gelap.

Wakil ketua DPRD Melawi Kluisen mengaku prihatin dengan adanya kasus pembunuhan bayi yang diduga dilakukan oleh anak di bawah umur yang terjadi di Desa Tanjung Niaga.

"Kita berharap kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Maka dari itu langkah yang perlu dilakukan oleh orangtua adalah melakukan pengawasan kepada anak-anak mereka, namun kalau mereka tinggal di asrama hendaknya orangtua juga menitipkannya kepada pengelola asrama," tandasnya.

Kluisen mengatakan, dewasa ini kejadian serupa memang semakin banyak. Menurut dia, banyak faktor yang menjadi penyebab, selain pergaulan juga karena kesalahan dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi.

"Maka orangtua juga harus bisa membatasi pergaulan anaknya. Penggunaan HP juga harus dikontrol, sebab sekarang ini anak-anak di bawah umur mungkin juga sudah banyak menyimpan film dewasa yang bisa merusak generasi muda," tandasnya.

Kluisen juga mengharapkan, kepada pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan pembinaan rohani dengan baik. Supaya anak-anak juga sadar bahwa melakukan hubungan di luar nikah itu bukan hanya dilarang agama, namun juga bakal berdampak pada kehidupan mereka kelak.

"Ini sebagai benteng untuk mereka. Namun tidak kalah penting anak-anak juga harus menyadari bahwa tindakan yang tidak baik hendaknya jangan dilakukan," tandasnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.