Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Sekuriti di Jakpus hingga Tewas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satreskrim Polres Metro Jakpus bersama Unit Reskrim Polsek Menteng memburu gerombolan pemuda yang berulah di Jalan Raden Saleh dekat Masjid Al-Makmur, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu pagi, 3 Juli 2021. Kejadian itu menyebabkan seorang sekuriti bernama Andri Cahyadi (43) meregang nyawa.

Kapolsek Menteng Kompol Rohman Yongki mengatakan, pihaknya dibantu Satreskrim Polres Metro Jakpus kini sedang mengejar para pelaku. Yongki menyebut, indentitas para pelaku sudah dikantongi.

"Untuk pelaku semuanya sudah kita identifikasi. Kita akan tangkap semua pelaku-pelakunya," ujar Rohman saat dihubungi, Minggu (4/6/2021).

Sebelumnya Yongki menjelasian, peristiwa penganiayaan yang berujung tewasnya sekuriti bermula ketika gerombolan pemotor datang dari arah Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Gerombolan tersebut, kata dia, kemudian menghampiri sejumlah warga menonton pertandingan sepak bola.

"Mereka (gerombolan pemuda) mendatangi warga yang lagi nonton sepak bola. Dari kejauhan, gerombolan pemuda ini teriak-teriak sambil mengacungkan senjata tajam," papar Yongki.

Yongki melanjutkan, saat itu korban berusaha menghalau aksi gerombolan pemuda tersebut. Namun, nahas sekuriti itu malah menjadi korban pembacokan.

"Sama yang nongkrong tidak dihiraukan, kemudian ada sekuriti yang mau menghalau memisahkan malah dia yang jadi sasaran," terang dia.

Ditangani Polres Jakpus

Ilustrasi Garis Polisi. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Ilustrasi Garis Polisi. (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Yongki mengatakan, korban meninggal dunia dengan beberapa luka akibat senjata tajam. Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Jakpus bersama dengan Unit Reskrim Polsek Menteng.

"Kami bersama dengan Polres Jakpus sedang tangani kasus ini. Mudah-mudahan pelaku segera kita tangkap," tandas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel