Polisi kawal ketat aksi mahasiswa tolak DOB di Manokwari

Kepolisian Resor Manokwari, Papua Barat, mengerahkan puluhan personel untuk mengawal ketat aksi unjuk rasa sekelompok mahasiswa yang menyerukan penolakan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) dan pencabutan Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, Selasa.

Waka Polres Manokwari Komisaris Polisi Agustina Sineri memimpin langsung anggotanya untuk mengadang para mahasiswa di Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari.

Meski aparat memberi keleluasaan kepada para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi di lokasi itu, kegiatan tersebut dikawal ketat mulai dari depan Kampus Universitas Negeri Papua, agar tidak sampai mengganggu warga yang tengah melintas di lokasi itu.

Beberapa kali petugas menggunakan pengeras suara memberi imbauan kepada para mahasiswa untuk menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung.

Sejumlah mahasiswa dalam orasinya menyatakan menolak kebijakan pembentukan DOB di Tanah Papua, bahkan juga mendesak pemerintah segera mencabut kebijakan Otsus.

"Cabut otonomi khusus dan juga tolak DOB, realitanya kehadiran daerah baru justru tidak membuka lapangan kerja atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua," ujar salah seorang mahasiswa.

Usai menyampaikan aspirasinya di lokasi itu, para mahasiswa kembali ke kampus mereka masing-masing dengan tertib, meski tetap dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Beberapa waktu lalu Badan Legislasi DPR RI telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) pembentukan tiga Daerah Otonom Baru (DOB) Papua untuk menjadi usul inisiatif DPR.

RUU tiga DOB Papua tersebut adalah RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Selatan dengan Ibu Kota di Merauke, RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah dengan Ibu Kota di Timika, dan RUU tentang Pembentukan Provinsi Papua Pegunungan Tengah dengan Ibu Kota di Wamena.

Baca juga: Tim gabungan tangkap Jubir PRP Jefri Wenda di Jayapura
Baca juga: TNI dan Polri membubarkan demonstrasi tolak DOB di Kota Jayapura

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel