Polisi: Keamanan Papua Barat kondusif jelang puncak KTT G-20

Kepala Polda Papua Barat, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Silitonga, menyatakan, seluruh wilayah Papua Barat kondusif menjelang KTT G-20 yang segera berlangsung di Nusa Dua, Provinsi Bali, 15-16 November.

Berbicara dari Manokwari, Senin, dia menindaklanjuti arahan Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, terkait kehadiran polisi untuk memberikan jaminan keamanan dan ketertiban umum jelang puncak pelaksanaan KTT G-20 di seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga: Mahfud MD berharap keamanan dan kesejahteraan Papua terus membaik

"Keamanan dan ketertiban wilayah (37 Provinsi) di Indonesia termasuk Papua Barat menjadi tolak ukur keberhasilan Polri melaksanakan pengamanan jelang puncak pembukaan KTT G-20," ujar dia.

Untuk memastikan kondusivitas wilayah Papua Barat, dia mengerahkan seluruh personel Bhabinkamtibmas Polres jajaran agar bertindak responsif terhadap setiap situasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca juga: TNI sinergi dengan pemda ciptakan keamanan kondusif di Papua

"Kita meningkatkan frekwensi kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat dengan cara menambah jam patroli, serta memaksimalkan kehadiran Bhabinkamtibmas untuk berkunjung ke masyarakat di wilayah tugas masing-masing," ujar dia.

Sebagai informasi, KTT G20 di Nusa Dua, Bali pada 15-16 November 2022 merupakan forum kerja sama 20 negara ekonomi utama dunia.

Baca juga: KP3 Bandara Sentani memprioritaskan keamanan dan kenyamanan

Forum kerja sama 20 negara ekonomi dunia terdiri atas 19 negara dan satu kawasan, yaitu Argentina, Australia, Brazil, Kanada, Republik Rakyat Tiongkok atau China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Akan tetapi, terlepas dari 20 negara itu, Pemerintah Indonesia juga mengundang negara lain dalam forum G20 dalam presidensinya. Pemerintah memastikan sebanyak 17 kepala negara anggota G20 akan hadir dalam KTT G20. Sementara Tiga kepala negara yang tidak hadir, yakni dari Rusia, Brasil, dan Meksiko.

Baca juga: Polisi Jayawijaya berikan jaminan keamanan bagi 103 WNA