Polisi Kejar Otak Pelaku Investasi Bodong di Depok

TEMPO.CO, Depok- Polisi memastikan pelaku penipuan berkedok investasi yang merugikan nasabah puluhan miliar di Depok hanya dua orang. Namun, hingga kini polisi masih mengejar salah satu tersangka yang berinisial NY. yang diduga masih berada sekitar wilayah Depok.

"Kami masih mengejar pelaku utamanya," kata Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Ronald A. Purba, Rabu, 1 Mei 2013.

Menurut Ronald, dua pelaku ini bekerja perorangan tanpa memakai nama perusahaan dan koperasi sehingga tidak ada atasan dalam struktur pekerjaan. Keduanya saling berhubungan dengan nasabah. "NY juga menerima duit, langsung berhubungan dengan nasabah," katanya.

Kasus ini melibatkan seorang kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Depok, Purwandriono, 46, yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurut kuasa hukum korban, Herman, Purwandriono merupakan direktur utama Koperasi Serba Usaha Bina Mandiri yang berkantor di Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya, Depok. Dia diduga telah merugikan ratusan nasabah dengan total kerugian hingg Rp 80 miliar lebih. "Dia (Purwandriono) yang mengembangkan dana dan kemudian menyetorkannya ke NY," kata Herman.

Menurut Herman, modus pelaku adalah dengan menawarkan investasi untuk usaha penyediaan alat tulis kantor (ATK) di daerah perkantoran Kuningan, Jakarta Selatan. Setiap nasabah ditawarkan nilai investasi antara Rp 30 juta hingga Rp 5 miliar dengan keuntungan diatas 4 persen.

Keuntungan dibagikan pada nasabah setiap bulan. Koperasi ini berdiri sejak tahun 2009. Pemberian keuntungan mulanya rutin dibagikan ke nasabah setiap bulan. Namun, sejak tahun 2011 pembagian keuntungan mulai mengalami kemacetan sehingga mengundang kecurigaan nasabah.

Sebelumnya, Kepala Polresta Depok juga membenarkan bahwa penipuan itu dilakukan oleh Koperasi Serba Usaha Bina Mandiri Ummat Indonesia yang bergerak di bidang alat tulis perkantoran. Pantauan Tempo, sampai saat ini, polisi juga masih memasang garis polisi di dua ruko yang digunakan sebagai kantor perusahaan itu. Namun, dari hasil investigasi, Ronald bersikeras penipuan itu tidak berkaitan dengan koperasi. "Tak ada hubungannya dengan koperasi kasus ini," kata dia.

Sementara, ketika ditanya mengenai keterkaitan status tersangka dan korban yang merupakan kader PKS, Ronald mengatakan sampai saat ini belum ada kaitannya dengan partai. "Oh enggak ada kaitannya, yang jelas (hasil penyidikan sementara) aliran dana belom sampai ke partai, sekarang," katanya.

Saat ini polisi sudah menyita lima kendaraan roda empat di Polresta Depok. Yaitu, BMW warna hitam, Mitsubishi Pajero hitam, Toyota Avanza hitam, truk bak terbuka Izusu ELF, dan Suzuki Ertiga warga merah marun. Pelat nomor polisi sleuruh kendaraan sudah dilepas.

Seperti Purwandriono, NY juga akan diancam dengan pasal 379 KUH Pidana tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman kurungan empat tahun penjara. Ronald optimis, pelaku akan dibekuk dalam waktu dekat dan mengekposenya kepada khalayak. "Tak ada yang kami tutupi pada kasus ini," katanya.

ILHAM TIRTA

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Begini Cara Mengetahui Keberadaan Susno Duadji

May Day, Ini 7 Tuntutan Buruh

Ayu Azhari Sering Ketemu Ahmad Fathanah

Kadin Pecat Pengusaha Oesman Sapta Odang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.