Polisi Kembali Periksa Ahyudin dan Ibnu Khajar Siang Ini, Dalami Penggunaan Dana ACT

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) akan kembali memeriksa Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar dan mantan petinggi ACT Ahyudin. Pemeriksaan digelar siang ini.

"Ahyudin jam 1 (siang), ibnu khajar jam 3 (sore) sudah confirm," kata Kasubdit IV Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmaji saat dihubungi, Rabu (13/7).

Selain itu, penyidik juga akan memeriksa bagian program lembaga kemanusiaan tersebut. "Rencana ada dari bagian program ACT, tapi belum confirm," ujarnya.

Andri mengungkapkan, materi pemeriksaan hari ini sudah tidak lagi soal legalitas. Melainkan penggunaan dana.

"Sudah ke materi inti seperti penggunaan dana dan lain-lain," tutupnya.

Kasus Naik Tahap Penyidikan

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah merampungkan pemeriksaan untuk ketiga kalinya terhadap Ahyudin terkait kasus dugaan penyelewengan dana bantuan korban Lion Air yang kini telah dinaikan ke tahap penyidikan.

"Alhamdulillah ini kali ketiga saya hadir di Bareskrim dan mengikuti dengan baik. Seluruh rangkaian penyelidikan yang kebetulan hari ini telah dinaikan menjadi penyidikan, oke," kata Ahyudin saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Karena kasus telah naik ke tahap penyidikan, dia menyatakan siap menerima apapun konsekuensinya. "Demi Allah saya siap ya. Berkorban, atau dikorbankan sekalipun," ujarnya.

Kesiapan itu, lanjut Ahyudin, asalkan lembaga ACT yang didirikannya tersebut bisa tetap berjalan dan berkembang dalam tugas menyalurkan bantuan-bantuan kepada masyarakat.

"Asal, ya. Semoga ACT sebagai sebuah lembaga kemanusiaan yang insya Allah, lebih besar manfaatnya untuk masyarakat luas untuk bisa hadir eksis berkembang sebaik-baiknya," imbuhnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel