Polisi Keukeuh Pengusaha Sudiro Bunuh Diri

TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Jakarta berkeukeuh kematian Direktur Utama PT Dayaindo Resources Internasional Tbk, Sudiro Andi Wiguno (35) bukan karena tindak kekerasan. "Ia meninggal karena gantung diri," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Rikwanto, Sabtu, 26 Januari 2012 dalam pesan pendeknya kepada Tempo.

Dalam penyelidikannya, polisi berkukuh tidak menemukan indikasi pembunuhan. Ini diperkuat dengan hasil visum Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati jakarta Selatan, jika Sudiri meninggal murni karena gantung diri.

Hasil pemeriksaan polisi Sudiro gantung diri lantaran lilitan hutang dari perusahaan yang dimilikinya. Bahkan perusahaan milik Wakil Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini terancam pailit.

Dayaindo Resources menghadapi gugtan pailit dari prusahaan asal Swiss, SUEK AG di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Perusahaan dengan nama emiten KARK itu terlibat sengketa penundaan kewajiban pembayaran utan dengan Bank Internasional Indonesia. Anak usaha KARK juga punya pinjaman berjangka dari BII senilai Rp53,77 miliar, ditambah tunggakan bunga Rp8,64 miliar. Tak cuma itu, perusahaan ini juga menunggak denda Rp14 miliar. Sahamnya stagnan Rp50 per lembar.

Sudiro diketahui meninggal pertama kali oleh Muhamad Fadilah Rizki, anaknya di Menteng Residence, Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Rabu, 23 Januari 2013. Sudiro ditemukan meninggal dengan posisi duduk dan leher terlilit selendang.

Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Bayu Priawan Djokosoetono mengaku tak percaya jika Sudiro meninggal karena bunuh diri. Ia mengaku banyak kejanggalan kematian rekannya itu. Misalnya, keberadaan telepon seluler Sudiro. "Hingga kini belum ditemukan, ini bisa menjadi bukti mencari kejelasan sebenarnya," kata Bayu.

FIRMAN HIDAYAT

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.