Polisi: Klewang Lolos dari 30 Penyergapan

Pekanbaru (ANTARA) - Suardirejo alias Klewang (57), warga asal Brebes, Jawa Tengah yang merupakan pimpinan dari sejumlah kelompok geng motor di Pekanbaru, Riau, sebelumnya sempat lolos dari 30 kali penyergapan aparat kepolisian.

"Puluhan upaya penyergapan itu ada di beberapa lokasi di Pekanbaru, termasuk di rumahnya yang di Pasir Putih, Kampar. Tapi waktu itu, ada sekitar 30 kali penyergapan, Klewang selalu lolos," kata Kepala Polisi Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, Kombes (Pol) Adang Ginanjar di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengatakan, Klewang merupakan residivis yang telah berulang kali keluar dan masuk penjara karena terlibat berbagai kasus kriminal dan kejahatan.

Laporan tentang Klewang merupakan pimpinan geng motor di Pekanbaru, demikian Adang, telah didapat sejak satu tahun lalu.

"Hingga kemudian ditetapkan Klewang sebagai DPO (masuk dalam daftar pencarian orang)," katanya.

Setelah upaya keras, kata dia, pada pekan kedua Mei 2013, Klewang akhirnya berhasil ditangkap bersama beberapa anak buahnya.

"Kalau dihitung, sampai saat ini ada sebanyak 16 anggota geng motor termasuk Klewang yang berhasil kami tangkap," katanya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria dihubungi per telepon mengatakan, kerap lolosnya Klewang dari penyergapan petugas dicurigai karena pelaku memiliki jimat yang dipercayai bisa membuat Klewang menghilang dan kebal senjata tajam.

"Jimat itu begitu dikenal dikalangan gang motor. Bahkan ada pula yang bersaksi melihat kehebatan Klewang saat berkelahi. Namun, ini baru sekedar cerita, belum tentu benar," kata Arief.

Jimat yang terbuat dari kain dan berisi tulisan susah dimengerti tersebut kata Kompol Arief, sebelumnya juga telah dimusnahkan.

Saat ini Klewang dikurung di sel tahanan Markas Polresta Pekanbaru tanpa jimatnya yang konon kabarnya bisa membuat dirinya menghilang dan kabur dari sergapan polisi dengan mudah.

"Klewang akan dikenakan pasal berlapis atas segala tindak kejahatannya. Dia pernah mencuri, menganiaya, merampok dan memperkosa," kata Kasat Reskrim.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.