Polisi: KM 47-70 Tol Cikampek Contra Flow, KM 70-414 sampai Kalikangkung One Way

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di tol saat puncak arus mudik. Salah satunya mengubah kebijakan satu arah atau one way menjadi contra flow di KM 47-72 Tol Cikampek.

Contraflow adalah rekayasa lalu lintas dengan mengubah arah normal arus kendaraan pada suatu jalan raya.

Diskresi ini diambil pascakepadatan kendaraan dari Bandung ke Jakarta di Tol Cipularang hinga lebih kurang 6 kilometer pagi tadi.

"Malam ini one way tidak dilaksanakan. Diganti dengan sistem contra flow dari km 47 sama 72 (GT Cikampek Utama)," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo saat dikonfirmasi, Jumat (28/4).

Rekayasa dilanjutkan dengan sistem one way pada KM 72 Tol Cikampek hingga Km 414 Tol Kalikangkung. Kebijakan ini diterapkan mulai pukul 17.00 WIB - 08.00 WIB 30 April.

Awalnya, jadwal sistem one way diberlakukan Jumat mulai pukul 07.00 WIB sampai 24.00 WIB. Namun, dengan mempertimbangkan jumlah kendaraan yang bergerak keluar dan masuk tol masih cukup tinggi, maka Polri mengambil diskresi dengan memperpanjang waktu pemberlakuan one way.

"Pertimbangan dilakukannya perubahan rekayasa one way dari sekarang sampai besok pagi (Sabtu), kami melihat rekapitulasi kendaraan yang melalui jalur tol. Di situ terlihat ada beberapa waktu atau jam yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan yang melintas," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko.

Gatot menjelaskan, sekitar 30 persen lebih kendaraan yang belum bergerak; sehingga untuk mencegah terjadinya kemacetan, maka polisi memperpanjang pemberlakuan sistem one way hingga Sabtu.

Polri memprediksi puncak arus mudik masih terjadi Sabtu. Oleh karena itu, normalisasi arus lalu lintas di ruas jalan tol Km 47 sampai Km 414 Tol Kalikangkung akan diberlakukan mulai pukul 08.00-16.oo WIB, Sabtu (30/4).

"Kalau tidak dilakukan one way akan menjadi stuck. Artinya semua kendaraan berbagai kendaraan pasti tidak bisa bergerak, karena per jam itu di jalur tol ada kapasitas kendaraan yang bisa melintasi," ujar dia.

Rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional, dengan melihat kondisi arus lalu lintas yang ada di lapangan.

Pemudik diimbau untuk memantau perkembangan informasi melalui sosial media Polri, NTMC, atau pemberitaan di media massa. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel