Polisi Korsel Akui Gagal Cegah Tragedi Halloween Itaewon

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang petinggi polisi Korea Selatan bernama Hong Ki-hyun mengungkap kepolisian tidak memperkirakan terjadinya tragedi halloween Itaewon yang memakan 154 korban jiwa.

Kepala Biro Manajemen Ketertiban Umum Badan Kepolisian Nasional itu mengakui polisi gagal untuk memprediksi jatuhnya kerumunan orang-orang. Jatuhnya kerumunan itu diketahui sebagai penyebab terjadinya tragedi halloween Itaewon.

"Sudah diperkirakan sejumlah besar orang akan berkumpul di sana. Tapi kami tidak menyangka akan terjadi korban dalam skala besar karena berkumpulnya banyak orang," jelas Hong, dikutip dari Yonhap, Selasa (1/11).

Hong mengungkap kerumunan orang yang hadir dalam acara halloween itu jumlahnya mirip atau lebih banyak dibanding kerumunan acara halloween tahun lalu. Orang-orang yang hadir dalam acara halloween tahun ini juga diyakini berkumpul lebih cepat.

"Saya diberitahu bahwa petugas polisi di tempat kejadian tidak mendeteksi lonjakan massa yang tiba-tiba," jelas Hong.

Akibat kelalaian dan kurangnya persiapan polisi, akhirnya banyak orang berkerumun, jatuh, dan saling injak-menginjak. Ratusan korban jiwa pun berjatuhan dalam gang sempit yang lebarnya hanya 3.2 meter.

Hong juga menjelaskan 137 polisi dikerahkan untuk menjaga berjalannya acara halloween itu. Polisi-polisi yang ditempatkan bertugas menindak penjualan narkoba, kejahatan, dan mengatur lalu lintas jalan.

Tetapi polisi-polisi itu diketahui tidak melakukan langkah-langkah penertiban pada gang sempit di mana terjadinya tragedi itu. Hong mengungkap kepolisian tidak dapat bertindak pada acara yang tidak memiliki penyelenggara jelas, seperti acara halloween itu.

Namun Hong menekankan pihak kepolisian akan membuat langkah-langkah tambahan untuk menentukan sejauh mana mereka akan campur tangan untuk menangani kerumunan besar yang terjadi pada acara tanpa penyelenggara jelas.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]