Polisi: Kriminalitas di Banda Aceh turun menjadi 1.121 kasus pada 2021

·Bacaan 2 menit

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyatakan bahwa tindak kriminalitas di ibu kota Provinsi Aceh yang terungkap pada 2021 ini turun menjadi 1.121 kasus, dari sebelumnya pada 2020 sebanyak 1.223 kasus.

"Total sejumlah 1.121 kasus dengan tingkat penyelesaian tindak pidana atau crime clearance (CC) 869 kasus dengan persentase 77,52 persen," kata Kombes Pol Joko Krisdiyanto, di Banda Aceh, Kamis.

Sementara pada 2020 lalu, kata Joko, kriminalitas yang terjadi di Banda Aceh itu sebanyak 1.223 kasus dengan crime clearance 883 kasus dengan persentase 72,19 persen.

Joko mengatakan, untuk perkara yang paling menonjol tahun ini yakni kasus pembunuhan, kurun waktu 2021 terjadi dua kasus, namun keduanya telah terungkap.

“Ada juga beberapa kasus menonjol lainnya seperti curas, curat, anirat, dan curanmor. Ini berkat dukungan kita semua," ujarnya lagi.

Sejauh ini, kata Joko, jumlah tersangka kurun waktu 12 bulan sebanyak 125 orang, yaitu laki laki 121 orang dan wanita empat orang.

Selain itu, Joko juga menyampaikan, mengenai tindak pidana narkotika dan obat-obatan, Polresta Banda Aceh telah menyita barang bukti seberat 72.913 gram ganja kering, 1.474 gram sabu-sabu serta 31 butir pil ekstasi dengan jumlah tersangka 243 orang, terdiri 238 laki laki dan lima wanita.

Pada periode Januari-November 2021, kata Joko lagi, kasus yang terselesaikan itu dari 152 kasus menjadi 135 kasus atau sebanyak 88 persen secara keseluruhan kasus yang ditangani satresnarkoba telah diselesaikan dengan jumlah tersangka sebanyak 243 orang.

"Untuk status pekerjaan tersangka, tampak status tersangka paling banyak berstatus wiraswasta dan mahasiswa," kata Joko pula.

Menurut Joko, dengan adanya penurunan kasus dan penyelesaian yang ditangani oleh penyidik tersebut mengindikasikan bahwa secara keseluruhan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh tetap kondusif.

"Keberhasilan menekan angka kriminalitas ini berkat kerja keras dari anggota di lapangan yang diemban oleh binmas dengan giat sambang warga, pembinaan masyarakat maupun deteksi dini serta penggalangan yang diemban oleh fungsi intelkam," ujarnya lagi.

Joko mengucapkan terima kasih kepada para awak media yang selama ini menjalin kerja sama dengan Polresta Banda Aceh.

"Dimana setiap mempublikasikan informasi selalu melakukan koordinasi, baik tentang kasus yang diungkap maupun perkembangan lainnya,” demikian Kapolresta Banda Aceh.
Baca juga: Angka kriminalitas di Nagan Raya Aceh meningkat jelang Idul Fitri
Baca juga: Angka kriminalitas di Nagan Raya Aceh menurun selama 2019

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel