Polisi Lahat yang Bakar Eks Pacar hingga Tewas Akhirnya Dipecat

Merdeka.com - Merdeka.com - Brigadir AN, polisi yang membakar mantan pacarnya hingga tewas, DN (25), akhirnya dipecat dari kepolisian. Pemecatan akan berlangsung dalam waktu dekat dan tinggal menunggu Surat Keputusan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kabag SDM Polres Lahat Kompol M Nuh mengungkapkan, pemecatan berdasarkan keputusan sidang kode etik profesi yang digelar di Mapolres Lahat. Dalam sidang itu, Brigpol AN menerima keputusan dan tidak ada pembelaan, sekaligus meminta maaf kepada institusi polri dan keluarga korban.

"Dari sidang direkomendasikan Brigadir AN dipecat atau PTDH. Sekarang tinggu SK dan nanti digelar upacara PTDH," ungkap M Nuh, Jumat (13/5).

Dikatakan, perbuatan Brigadir AN masuk dalam pelanggaran berat. Kelakuannya tidak menjaga kehormatan polri karena melakukan penganiayaan dan atau pembakaran terhadap seorang wanita yang mengakibatkan korban meninggal dunia setelah 16 hari dirawat di rumah sakit.

Keputusan sesuai Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, atau Pasal 7 Ayat (1) huruf B itu dan Pasal 11 huruf C dan M, Pasal 21 Ayat (3) ke-1 Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Pemecatan sudah sangat tepat karena perbuatan yang bersangkutan bukan perkara yang kecil," tegasnya.

Sebelum SK keluar, Brigadir AN kembali dijebloskan ke tahanan umum Mapolres Muara Enim. Dia tengah menunggu proses hukum pidana yang dilakukannya.

Diketahui, aksi pembakaran itu terjadi di rumah kontrakan korban di Jalan Ade Irma Suryani di Muara Enim, Sumsel, Kamis (10/3) pukul 22.00 WIB. Ketika itu korban sedang bersama teman wanitanya di dalam rumah.

Kemudian, datang Brigpol AN menggunakan sepeda motor. Setibanya, Brigpol AN mematikan meteran listrik kontrakan korban dan membawa sebotol bekas minuman mineral yang diduga bensin.

Pelaku lantas menyiramkan bensin itu ke tubuh korban sambil melontarkan kata-kata kasar dan ancaman pembakaran. Ancaman itu langsung dilakukan pelaku dengan menyalakan korek api gas sehingga menyambar badan korban.

Tanpa diketahui alasannya, pelaku justru berupaya memadamkan api yang membakar korban dengan cara membawanya keluar. Api tak kunjung padam sehingga membuat 80 persen tubuh korban terbakar. Sedangkan pelaku Brigpol AN turut terbakar di bagian wajah, tangan, dan kaki sekitar 40 persen.

Dari informasi sementara yang didapat, kejahatan itu diduga lantaran pelaku tak terima hubungan asmaranya bersama korban yang sudah berjalan selama 1,5 tahun berakhir putus. Korban memutuskan pelaku karena sejak dua minggu terakhir mereka terlibat pertengkaran.

Setelah menjalani perawatan lebih dari dua pekan di ruang ICU RSUD HM Rabain Muara Enim, korban meninggal dunia, Sabtu (26/3) pukul 14.30. Dia sebelumnya masuk ICU sejak hari pertama perawatan dan kondisinya semakin memburuk dan kritis selama tiga hari akibat luka bakar di tubuhnya sekitar 80 persen.

Selanjutnya jenazah dibawa keluarga ke rumah duka di Kecamatan Muara Enim. Jenazah dimakamkan di Pemakaman Pal 100 Lebuay Bandung, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, Sumsel, pada malam harinya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel