Polisi Larang Konser Musik di Garut Digelar Malam Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Festival Berdendang Bergoyang dan tragedi Kanjuruhan menjadi evaluasi bagi Polri terkait perizinan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, polisi memutuskan untuk melarang konser musik malam hari.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa langkah pelarangan kegiatan konser musik di malam hari dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti yang terjadi di beberapa wilayah. Langkah itu pun sejalan dengan perintah dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat.

"Perintah Kapolda tidak boleh ada penyelenggaraan konser malam hari, diupayakan sore. Maksimal kegiatan sampai pukul 18.00 WIB," kata Wirdhanto, Jumat (4/11).

Meski tidak ada pelarangan digelarnya konser musik, Wirdhanto menyebut bahwa pihaknya dipastikan akan melakukan asesmen untuk menilai aspek keamanan lokasi, jumlah masyarakat yang hadir dan lainnya.

Dalam asesmen, polisi akan menghitung nilai kelayakan digunakannya tempat kegiatan, termasuk keamanan, hingga legalitas lokasi. "Tempatnya milik siapa, kalau menggunakan jalan harus ada izin dari dinas terkait untuk kegiatan," sebutnya.

Selain itu juga, untuk pelaksanaan kegiatan pun harus tetap mengikuti aturan protokol kesehatan pandemi Covid-19 karena belum dicabutnya status endemi. Oleh karena itu, jumlah orang yang hadir dalam kegiatan harus betul-betul dibatasi sesuai aturan, baik di dalam maupun luar ruangan.

"Kapasitas yang diperbolehkan adalah 75 persen dari total kapasitas tempat. Sesuaikan dengan kaitan panduan pandemi Covid-19, karena masih pandemi, termasuk di lapangan terbuka, kapasitas kita hitung," jelasnya.

Aturan-aturan untuk konser musik itu, menurutnya akan terus dilakukan. Oleh karena itu menurutnya panitia kegiatan harus berkomunikasi jauh-jauh hari dengan berbagai pihak untuk memastikan segalanya, baik dari sisi keamanan dan lainnya.

"Keamanan sekarang menjadi hal penting," pungkasnya. [cob]