Polisi Lelet, Gadis 13 Tahun Korban Pemerkosaan Bunuh Diri

Liputan6.com, New Delhi : Lambannya penanganan kasus pemerkosaan oleh polisi India membuat korbannya makin frustasi. Hanya untuk mendaftarkan perkara saja butuh 14 hari, lalu 30 hari kemudian aparat baru menangkap tersangka.

Korban, gadis malang berusia 13 tahun yang tertekan akhirnya memutuskan bunuh diri, mengakhiri hidupnya sendiri.

Seperti dimuat Daily Mail, Jumat (28/12/2012), peristiwa biadab itu bermula dari penculikan korban dari kampungnya di Desa Baras, Distrik Patiala, Punjab di tengah perayaan Diwali, 13 November 2012 lalu. Pelakunya dua pria bejat.

Korban lalu dibawa ke desa terdekat, Brahamanmajra, di mana ia dicekoki obat dan diperkosa berulang kali di sebuah sumur umum.

Korban bunuh diri di tengah protes menentang pemerkosaan di India, yang memaksa Perdana Menteri  Manmohan Singh berjanji akan melakukan tindakan tegas untuk melindungi perempuan di negerinya.

Diintimidasi

Keluarga korban mengatakan, butuh dua munggu bagi polisi untuk melakukan tindakan. Sang kakak kepada India Today, mengatakan, korban sudah kehilangan harapan kasusnya bakal sampai ke pengadilan. Apalagi, ia justru jadi bulan-bulanan, diintimidasi dari para tersangka dan komplotannya.

Kejadian pemerkosaan itu dilaporkan ke Kepolisian Badshahpur. "Polisi pernah membawanya ke kantor polisi larut malam. Memintanya menceritakan kronologi kejadian. Mereka juga mencoba memaksanya untuk menarik laporannya."

Dua pemerkosa biadab itu juga mengancam keluarganya, hingga terpaksa bersembunyi di rumah kerabat di Samana, sebuah kota dekat Patiala, sejak 29 November 2012 lalu.

Merasa tertekan, korban diduga mengonsumsi racun sekitar pukul 17.00 waktu setempat, 26 Desember 2012. Ia sempat dilarikan ke Rajindera Hospital, Patiala, namun nyawanya tak sempat diselamatkan.

Sebelum mengakhiri hidupnya, korban menulis nama dua pria yang telah merampas kehormatannya.

Merespon kejadian itu, Kepolisian Patiala memerintahkan penyelidikan mendalam soal kasus itu. Oknum polisi yang terbukti lamban terancam dipecat.

Sementara di Singapura, seorang mahasiswi korban pemerkosaan sedang berjuang untuk hidup. Pasca mengalami kejadian mengerikan, diperkosa dan disiksa 6 orang di dalam bus kota yang melaju di jalanan New Delhi. "Aku ingin hidup," itu yang ia tulis pada orangtuanya. Menunjukkan bahwa semangatnya tak sepayah dan babak belur seperti fisiknya yang dianiaya.

Kasusnya memicu protes massal di Negeri Gandhi: menentang perlakuan biadab pada perempuan.

Aksi demonstrasi berujung ricuh di Delhi, akibatnya seorang polisi tewas. Pria 47 tahun itu meninggal dunia setelah dirawat tiga hari di rumah sakit.(Ein)