Polisi Masih Berusaha Cari Keluarga Bocah yang Disiksa Ayah Kandungnya di Tangsel

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Polisi masih mencari keluarga ibu kandung bocah perempuan yang jadi korban kekerasan ayah kandungnya di Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Hingga kini, ibu kandung korban masih berada di Malaysia, dia menjadi TKW di negeri jiran tersebut. Namun, saat dihubungi polisi, wanita tersebut mengaku telah meminta keluarganya menjaga anak perempuannya.

"Keluarga sampai dengan saat ini dari pihak penyidik sudah berupaya untuk mencari contact personnya. Namun kami belum menemukan, kemudian secara aktif dari keluarga juga kami belum (mendatangi Polres Tangsel) bertemu (korban anak)," kata Kapolres Tangsel, AKBP Iman.

Padahal saat dihubungi polisi, ibu korban mengaku sudah meminta saudaranya untuk mengambil anak tersebut.

"Sudah (menghubungi Ibu korban), sementara informasi yang diterima si orang tua menyerahkan atau meminta untuk menitipkan ke tempat saudaranya," jelas Iman.

Meski begitu, Kapolres memastikan bahwa sang anak dalam proses asassemen tim Kementerian PPA dan P2TP2A Tangsel. Untuk memastikan, agar korban anak tidak mengalami kejadian serupa dan trauma atas kejadian yang pernah dialaminya.

Jangan Sampai Ada Kejahatan Baru

"Namun dari hasil diskusi tim kami dengan P2TP2A dan kementerian PPA, ini menunggu hasil assesment dari anak maupun terhadap orang tua yang akan menerima si anak ini," kata Kapolres.

Karena lanjut Kapolres, jangan sampai ada kejahatan baru nanti ketika sang anak sudah dititipkan.

"Jadi kita haru betul betul tahu bahwa anak ini ada di tangan yang tepat, sehingga hak- haknya terpenuhi. Kemudian proses mitigasi terhadap dampak dari kejadiannya harus betul-betul clear. Jangan sampai menyisakan sisa- sisanya dimemori di otaknya," kata Kapolres.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel