Polisi masih usut penyebab kecelakaan Ciamis untuk tetapkan tersangka

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan bus yang menewaskan empat orang di Jalan Raya Panjalu-Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, untuk bisa menetapkan tersangka.

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan sejauh ini polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk sopir bus yang telah menyerahkan diri setelah sebelumnya kabur usai kecelakaan.

Baca juga: Warga Tangerang sambut kedatangan korban laka maut dari Ciamis

"jadi sekarang dalam pendalaman faktor-faktor teknis penyebab kecelakaan dulu," kata Ibrahim di Bandung, Jawa Barat, Senin.

Adapun menurutnya Polres Ciamis tengah memeriksa lima orang saksi. Saksi-saksi tersebut mulai dari kondektur bus, orang-orang yang berada di lokasi kecelakaan, hingga sopir bus tersebut.

Menurutnya seorang saksi yakni kondektur bus memberikan keterangan jika kecelakaan diduga diakibatkan bus tersebut mengalami rem blong.

Namun menurutnya itu masih hanya sebatas dugaan awal, karena polisi perlu mendalami juga petunjuk-petunjuk lainnya di lokasi kecelakaan.

"Keterangan kondekturnya keterangannya demikian, tapi ini belum bisa kita sampaikan (penyebab kecelakaan), kita dalami soal itu," kata Ibrahim.

Sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (21/5) sore. Kecelakaan tersebut berlokasi di jalan yang memiliki kontur menurun.

Bus tersebut diduga hilang kendali hingga menabrak sejumlah kendaraan di lokasi kecelakaan, dan juga menabrak tiga unit rumah warga. Akibatnya empat orang meninggal dunia dan belasan orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Polisi: Sopir bus pariwisata yang kecelakaan di Ciamis serahkan diri
Baca juga: Polisi: Kecelakaan bus pariwisata di Ciamis diduga akibat rem blong
Baca juga: Kemenhub evaluasi kecelakaan bus di jalur wisata Panumbangan Ciamis

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel