Polisi menduga pelaku penganiayaan mahasiswa UIN Bandung warga sekitar

Polrestabes Bandung menduga pelaku penganiayaan terhadap sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung merupakan warga yang ada di sekitar kampus tersebut.

Kapolsek Panyileukan Kompol Dadang Cahyadiawan di Bandung, Kamis, mengatakan dugaan itu didapat dari pengakuan para korban penganiayaan. Namun, kata dia, para korban tidak mengetahui identitas rinci para pelaku.

"Menurut korban, salah satu pelaku merupakan warga sekitar, bukan mahasiswa UIN. Tapi korban belum tahu siapa namanya," kata Dadang.

Sehingga Dadang memastikan aksi penganiayaan itu bukan terjadi antar mahasiswa. Untuk itu, menurutnya polisi bakal melakukan pemeriksaan kepada petugas keamanan kampus UIN Bandung.

Adapun penganiayaan itu menurutnya dilakukan terhadap empat orang mahasiswa berinisial RM, MM, HP, dan LL. Mereka mengalami luka lebam di kepala, wajah, dan bahu.

Dadang menjelaskan aksi penganiayaan itu diduga bermula pada Senin (29/9) saat korban berinisial RM dan LL yang merupakan mahasiswa menghampiri sekelompok orang yang berkumpul di kampus UIN karena ada keributan pada kelompok tersebut.

"Namun salah satu orang dari kelompok tersebut menghampiri menanyakan kenapa melihat terus, dan dijawab (oleh para korban) hanya ingin lihat saja," kata Dadang.

Setelah itu, RM dan LL menurutnya bermaksud meninggalkan tempat tersebut. Tetapi, kata dia, RM dan LL justru dihampiri lagi oleh salah seorang pelaku dan langsung menandukkan kepalanya ke korban LL hingga bibirnya terluka.

"Kemudian dilerai oleh RM akan tetapi RM juga malah dipukul juga oleh pelaku lainnya," katanya.

Selanjutnya pada Selasa (30/9), korban berinisial RM didatangi oleh seseorang dari kelompok tersebut dan mengajak mendatangi kelompoknya yang sedang berkumpul di kampus UIN Bandung dengan maksud untuk menyelesaikan permasalahan pada hari sebelumnya.

Bukannya menyelesaikan masalah, menurutnya para pelaku kemudian justru melakukan penganiayaan terhadap RM. Kemudian rekan-rekan RM yakni LL, MM dan HP pun mendatangi lokasi untuk menolong RM, tetapi justru turut dianiaya oleh kelompok tersebut.

Sejauh ini, menurutnya polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang ada di lokasi ketika aksi penganiayaan itu terjadi. Dia pun memastikan penyelidikan tetap berlanjut untuk mengetahui para pelaku penganiayaan tersebut.

"Para korban justru tidak tahu kejadian sebelumnya, saat melihat sekumpulan orang yang ribut," kata Dadang.