Polisi Mesir Kian Beringas, Demonstran Perempuan Diseret Setengah Telanjang

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Aksi polisi Mesir dalam menangani demonstrasi yang terjadi belakangan ini kian beringas. Menghadapi seorang demonstran yang merupakan perempuan saja, polisi mesir tidak menunjukkan rasa simpatinya.

Bahkan, polisi Mesir terus memukuli perempuan, menyeretnya hingga pakaiannya pun terlepas. Dalam kondisi tak perkaian itu pun, polisi Mesir masih tetap memukul perempuan tersebut.

Aksi brutal polisi Mesir itu pun kini tersebar luas di media-media Nasional bahkan internasional. Aada Kamal Abd al Kalek, sang aktivis perempuan yang merupakan anggota gerakan oposisi mengenang pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut pada Ahad (18/12) kemarin.

Media di Mesir ramai-ramai memberitakan bagaimana aktivis perempuan tersebut diserang secara brutal dalam sebuah demonstrasi yang berujung bentrok.

"Ketika saya mencoba untuk melarikan diri, empat tentara menghampiri saya dan memukuli saya, menarik rambut saya sampai saya terjatuh di lantai. Sementara prajurit lain merobek pakaian saya. Itu yang menjadi alasan gambar saya diterbitkan pada semua situs web dan beberapa surat kabar -- yang merupakan gambar yang sangat tidak bermoral," bebernya.

Al Halek menambahkan, usai ditangkap, dirinya dibawa ke sebuah gedung yang berada di dekat lokasi demonstrasi dan ditahan di sana, dalam kondisi setengah telanjang. "Saya pikir saya akan mati di tempat itu," kenangnya.

Ia memohon kepada seorang dokter untuk membantunya. Namun, seorang petugas keamanan mengatakan kepadanya, "Aku akan menembakmu jika pergi," ujarnya mengutip pernyataan petugas tersebut.

Usai kejadian memilukan tersebut, ia berusaha pergi ke pengadilan untuk memberikan kesaksian di hadapan polisi guna membuktikan bahwa dirinya telah mengalami kekerasan.

Aktivis di jaringan sosial yang ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut mengecam kebrutalan polisi terhadap para pengunjuk rasa, terutama perempuan selama bentrokan terbaru di Kairo.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.