Polisi minta pemda ikut antisipasi kenaikan kasus cabul di Bukittinggi

Kasus asusila yang kerap terjadi di wilayah hukum Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, membuat polisi setempat meminta perhatian besar dari seluruh kalangan termasuk pemerintah daerah Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

"Setidaknya, ada 10 kasus pencabulan dan asusila yang kami tangani sejak awal tahun ini, kondisi ini memiriskan, kita minta betul perhatian pemerintah daerah dan seluruh kalangan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bukittinggi, AKP Adriansyah Rollindo, di Bukittinggi, Senin.

Baca juga: Kejari Padang siapkan dakwaan kasus kakek memerkosa dua cucunya

Menurut dia, sejak penugasannya di Sumatera Barat, kasus cabul ikut mendominasi dan perlu segera tindakan bersama untuk mengantisipasi terjadinya kembali kasus serupa. "Kami perlu partisipasi, perkara cabul kian meningkat, besar harapan ke pemerintah untuk ada upaya, jangan anggap ini perkara biasa, dari tujuh Polres Dinas saya, rata-rata cabul mendominasi," katanya.

Menurut dia, selain upaya penyelamatan kepada korban, kondisi psikologis para tersangka juga perlu diawasi. "Kami selalu prioritaskan korban, tapi para tersangka juga harus ditindak tidak saja dari segi hukum, perlu juga penyuluhan psikis mereka karena dari beberapa kasus, terungkap para tersangka juga pernah menjadi korban tindakan asusila di masa lalunya," kata dia.

Baca juga: Oknum kepala sekolah SD di Medan ditahan polisi diduga cabuli murid

Menurut dia, para korban terkadang bisa menjadi pelaku di masa depan jika tidak segera ditindaklanjuti sejak dini. "Semacam virus berjangkit dan menular, korban bisa menjadi Pelaku, harus benar-benar diantisipasi, campur tangan pemerintah sangat kami butuhkan untuk meredam angka perkara cabul di wilayah hukum Polres Bukittinggi yang meliputi Bukittinggi dan sebagian Kabupaten Agam," katanya.

Rollindo menyatakan, imbauannya kepada seluruh warga untuk lebih meningkatkan pengawasan kepada anak-anak dan keluarga terdekat. "Agar benar-benar menjaga anaknya, karena orang yang paling berpotensi membahayakan adalah orang di sekitar kita, tingkatkan kewaspadaan selalu," katanya.

Baca juga: Oknum polisi cabul masih diperiksa di Pontianak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel