Polisi Minta Presenter TV Korban Pelecehan Seksual di Jakarta Selatan Melapor

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Pelecehan Seksual/Pencabulan. (Freepik/Jcomp)

Liputan6.com, Jakarta - Dugaan pelecehan seksual dialami salah satu wartawati televisi berinisial F di sebuah pasar di daerah Kalibata, Jakarta Selatan. Kanit Reskrim Polsek Pancoran Iptu Abdullah mengimbau supaya F mau membuat laporan secara resmi di kepolisian.

Abdullah mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari korban. Dia pun menanggapi sikap korban yang ragu melapor karena minim bukti.

"Ya itu nanti teknis kepolisian. Yang penting ada laporan dulu aja," kata Abdullah saat dihubungi, Rabu (10/11/2021).

Abdullah menerangkan, pihaknya akan menyambut terbuka saat korban pelecehan seksual telah membuat laporan. Dia pun berharap korban tidak ragu dalam menjelaskan peristiwa itu kepada polisi.

"Jadi kalau korban mau laporan, diterima. Itu sudah tanggung jawab kita," katanya.

Diketahui seorang jurnalis televisi berinisial F mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pengamen di sebuah pasar di Jakarta Selatan pada Selasa sekira pukul 08.00 WIB (9/11/2021). Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan polisi.

F mengaku masih ragu melaporkan kasus itu. Pasalnya, dia merasa bukti pelecehan seksual yang menimpanya masih minim bukti.

"Sebenarnya kita sudah konsultasi untuk lapor polisi cuman kan kita harus punya bukti ya," kata F.

Kronologi Kejadian

F mengalami kejadian pahit itu saat dirinya tengah belanja di sebuah lapak sayur. Saat itu korban didekati oleh dua orang pengamen.

Korban sempat memberikan isyarat tidak bisa memberikan uang kepada pengamen tersebut. Namun, saat tengah sibuk belanja, salah satu pengamen mencolek bokong korban dengan alat musik pelaku.

"Dia ke sebelah ibu-ibu di sebelah saya tetap ngamen. Terus saya nggak nyangka dia nyolek saya dan pas banget nyoleknya itu nyolek bokong. Dia (nyoleknya) pakai kencrengan itu," beber F.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel