Polisi Mojokerto rutin lakukan patroli pantau kesehatan hewan

Petugas Kepolisian Resor Kota Mojokerto, Jawa Timur, rutin melakukan patroli untuk memantau kesehatan hewan di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sejumlah hewan ternak, khususnya sapi di wilayah setempat.

Kepala Kepolisian Resor Kota Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan di Kota Mojokerto, Jumat, mengatakan pihaknya menjadikan wabah PMK ini menjadi atensi dan segera mengambil tindakan dengan memerintahkan para kapolsek bersama pemangku kepentingan melakukan pantauan hewan ternak daerah masing- masing.

"Hal itu untuk meminimalisir secara detail dalam mencegah penularan penyakit PMK pada sapi," ujarnya.

Baca juga: 536 ekor sapi di Babel positif penyakit mulut dan kuku

Ia mengatakan pengecekan kesehatan hewan ternak sapi sangat membantu peternak sapi untuk mengurangi rasa khawatir akan terjangkit penyakit yang merambah pada sapi.

"Maka kami bersama petugas berkolaborasi bersama-sama melakukan pemantauan terhadap hewan ternak tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan pemantauan tersebut rutin dilakukan supaya bisa segera mengambil tindakan cepat kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan.

"Syukur Alhamdulillah hari ini kami telah membantu meringankan kekhawatiran masyarakat tentang penyakit PMK ini," kata AKBP Rofiq

Baca juga: Polres Kulon Progo siap bantu awasi penyebaran penyakit mulut dan kuku

Kapolsek Kemlagi AKP Sugeng Budi Santoso bersama pemangku kepentingan setempat berkeliling dari kandang sapi ke kandang lainnya untuk mengecek kesehatan hewan ternak sapi yang ada di Kecamatan Kemlagi.

"Pihaknya memantau dan melihat kondisi sapi agar tidak ada yang terjangkit PMK yang marak akhir-akhir ini," katanya.

Ia berharap warga tidak takut melapor ke petugas apabila di dapati kesehatan hewan ternak sapi menurun dengan ciri - ciri keluar air liur berlebihan, lepuh pada gusi, luka pada kuku atau kuku terlepas, lepuh pada mukosa mulut, lepuh di lidah.

“Terima kasih pada petugas yang sudah turun untuk mengecek kesehatan hewan ternak sapi” ucapnya.

Baca juga: Pemkab Malang bentuk tim awasi penyebaran PMK hewan ternak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel