Polisi Panggil Lima Pengurus Khilafatul Muslimin Solo untuk Penyelidikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Usai menurunkan dua papan nama, Kepolisian Resor Surakarta memanggil lima pengurus Khilafatul Muslimin Ummul Quro Solo Kota atau Khilafatul Muslimin Solo. Surat pemanggilan disampaikan Kapolresta Surakarta Kombes Ade Safri Simanjuntak, Kamis (9/6).

"Surat pemanggilan klarifikasi dalam rangka penyelidikan sudah kami berikan hari ini terhadap lima pengurus Ummul Quro Kota Solo," kata Ade.

Mereka, lanjut Ade dipersilakan datang ke Polresta Surakarta untuk melakukan klarifikasi dalam rangka penyelidikan. Mereka ini, lanjut Kapolresta, merupakan pengurus yang terdaftar dalam struktur organisasi Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo.

"Yang pertana adalah amir Ummul Quro-nya, bapak Mahmud Mahmud, kemudian pemilik rumah bapak Walimin, dan tiga lainnya. Seperti sekretaris, bendahara maupun bidang pendidikan," bebernya.

Selain pelepasan papan nama, lanjut Ade, petugas juga membawa beberapa brosur yang berisi imbauan terkait aktivitas organisasi Khilafatul Muslimin.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, Khilafatul Muslimin Ummul Quro Kota Solo beranggotakan 31 orang. Dari jumlah tersebut 19 di antaranya sebagai warga aktif.

"Jadi untuk Ummul Quro Kota Solo ini juga merangkap sebagai Khilafatul Muslim Kemas'ulan Laweyan. Sementara untuk tingkat kecamatan baru Laweyan, nanti akan kita update lagi," terangnya.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, di Solo Khilafatul Muslim sudah melakukan beberapa kegiatan. Di antaranya pengajian rutin berkeliling, pembagian brosur dan lainnya. Setiap bulan sekali mereka juga melakukan konvoi untuk memberikan imbauan kepada pengikutnya.

"Mereka menyebar brosur, leaflet dan peraga lainnya untuk bergabung atau mengenalkan paham yang dianut. Saya minta warga masyarakat agar tetap tenang. Serahkan penanganan ini pada pihak Polri," pungkas dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel