Polisi Papua Pemilik Rekening Gendut Diperiksa

TEMPO.CO, Jayapura - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigjen Polisi Paulus Waterpauw mengatakan pihaknya telah memeriksa Labora Sitorous, anggota Polres Sorong, Papua Barat, terkait keterlibatannya dalam sejumlah kasus ilegal serta kepemilikan rekening hingga ratusan miliar.

"Sudah dipanggil. Semua ini mengedepankan asas hukum, jadi kalau memang benar terbukti, ya pasti diproses lanjut. Tidak mungkin dibiarkan," kata dia, Senin, 13 Mei 2013.

Paulus mengatakan, polisi tak pernah membuka celah bagi anggotanya berbuat nakal. Termasuk berbisnis yang merugikan. "Saya sudah mendapat informasi bahwa dia diperiksa, hanya saja ini masih dalam tahap penyelidikan. Yang bersangkutan belum dikenakan pasal atau menjadi tersangka," ujarnya.

Kepolisian, kata dia, tidak akan membiarkan jika Labora Sitorus terbukti menggunakan kewenangannya untuk tindakan melanggar hukum. "Yang bersangkutan belum ditahan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan, setelah itu baru dilihat apakah ditahan atau tidak," katanya.

Labora Sitorous diduga terlibat dalam bisnis haram pengolahan kayu illegal di Sorong, Papua Barat. Sumber Tempo mengatakan Sitorus juga ikut "bermain" BBM illegal. "Itu beritanya sudah dimana-mana, kemarin kayu yang ditangkap itu kan punya dia, begitu juga soal BBM," kata H, informan Tempo di Sorong.

Menurut dia, kabar soal Sitorus diketahui banyak orang. "Karena dia satu-satunya yang punya pulau di Raja Ampat, orang semua tahu itu. Mungkin saja karena bisnisnya, dia akhirnya punya uang banyak," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Sitorus belum bisa dihubungi. "Agak susah memang, tidak banyak orang yang pernah ke rumahnya untuk berbicara dengan dia," kata sumber Tempo menambahkan.

JERRY OMONA

 

Baca Berita Populer Lainnya:

Ahmad Fathanah Minta Sefti Tak Meninggalkannya 

Pengamat Hukum: PKS Tidak Salah 

Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair

Menikah, Sefti Tak Tahu Fathanah Dibui 5 Tahun

Tri Kurnia, Istri Fathanah, Pernah Juara Sinetron

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.