Polisi Pastikan Kelas 'Yoga Orgasme' oleh WNA di Bali Batal

Fikri Halim, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan kegiatan Tantric Full Body Energy Orgasm Retreat (kelas yoga orgasme) di Ubud, Bali batal digelar. Acara yang diinisiasi oleh Warga Negara Asing (WNA) ini sempat viral dan memancing perhatian publik.

"Polri bertindak cepat melakukan langkah terkait berita viral di media sosial tentang Yoga yang digelar warga negara asing di Bali. Kami pastikan kegiatan tersebut batal digelar," ucap Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi Agus Andrianto kepada wartawan, Sabtu 6 Maret 2021.

Baca juga: Pesawat Batik Air Mengeluarkan Api saat Mendarat Darurat

Sejauh ini, lanjut dia, Polda Bali telah melakukan sejumlah langkah guna antisipasi kegiatan tersebut. Kegiatan itu rencananya digelar pada 6 Maret sampai 9 Maret 2021 di sebuah hotel di Ubud.

Agus menjelaskan, langkah-langkah yang telah dilakukan Korps Bhayangkara di antaranya adalah mendatangi tempat kejadian. Kemudian juga memeriksa saksi-saksi terkait termasuk penyelenggara yang merupakan dua warga negara Kanada dan Australia.

"Penyelenggara mengakui telah mengunggah kegiatan tersebut di akun media sosial, kemudian merasa bahwa unggahannya tersebut tidak pantas dan bertentangan dengan budaya Bali dan selanjutnya menghapus unggahan tersebut dan selanjutnya membatalkan booking-an hotel serta membatalkan rencana kegiatan yoga dimaksud," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya juga akan melakukan sejumlah langkah terkait rencana kegiatan yoga kontroversial tersebut. Antara lain meminta pendapat ahli hukum pidana, meminta pendapat ahli bahasa, berkoordinasi dengan laboratorium forensik terkait dengan keaslian tangkapan layar dari unggahan yang telah dihapus, dan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi.

Agus pun memberikan apresiasi kepada Polda Bali yang telah melakukan langkah cepat tersebut.

"Yang penting Polri sudah mengantisipasi dan memprediksi terhadap masalah itu lalu dilakukan problem solver sesuai program Presisi. Jangan sampai menjadi masalah ke depan," katanya lagi.