Polisi pastikan siswa pelanggar lalu lintas dimunculkan di sosmed

Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar akan memanggil para orang tua dari setiap siswa yang melanggar lalu lintas untuk dilakukan pembinaan sekaligus memunculkan secara berulang ke media sosial.

Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Zulanda, di Makassar, Senin, mengatakan, setiap pelanggar lalu lintas khususnya yang masih remaja atau anak sekolah akan dilakukan pembinaan dengan memanggil orang tuanya kemudian mendatanya di sistem agar pelanggaran tidak berulang.

Baca juga: Peragaan busana di Dukuh Atas dinilai langgar UU Lalu Lintas

"Sekarang ini marak anak sekolah boncengan tiga dan itu sangat membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.

Zulanda mengatakan, anak sekolah yang melanggar lalu lintas, kendaraannya akan diamankan sambil memanggil orang tuanya agar anak pelanggar lalu lintas bisa dibina bersama terutama dari orangtuanya.

Ia menyatakan, pembinaan oleh pihak berwajib juga fokus kepada orang tua siswa pelanggar lalu lintas karena mengizinkan anak-anaknya berkendara meski belum memiliki surat izin mengemudi.

Baca juga: 52 pelajar SMP dan orang tua tandatangani surat pernyataan

Zulanda memastikan, pelanggaran berulang akan langsung dilakukan penindakan tegas seperti menyita sepeda motor yang digunakan dan akan ditahan selama tiga bulan sebagai bagian dari efek jera.

"Kita akan bina secara bersama-sama. Orang tua harus bisa mengajarkan anaknya untuk tidak mengulang pelanggaran, begitu juga dengan pihak sekolah mengedukasi terus. Kami pun akan membuatkan pernyataan. Jika kesalahan berulang, kami sudah punya data yang akan menyimpan semua riwayat dari para pelanggar," katanya.

Baca juga: 1.950 pengendara di Sentani langgar aturan

Menurut dia, tindakan tegas akan dilakukan jika pelanggaran terus berulang. Langkah tegas, kata dia, akan menyelamatkan kehidupan dan masa depan anak tersebut serta orang lain.

"Kita akan melakukan penilangan terhadap anak tersebut dan menahan kendaraannya sebagai komitmen bersama untuk menyelamatkan anak bangsa dari ketidaktertiban yang akan berujung pada penyesalan akibat pembiaran yang dilakukan oleh kita secara bersama-sama karena tanggungjawab ini harus dilaksanakan oleh semua pihak antara orangtua, anak dan kami selaku Polantas," ucapnya.

Baca juga: MA: melarang sepeda motor melintas langgar hak asasi