Polisi: Penodong Senjata ke Petugas Hotel Fame Alami Depresi

Siti Ruqoyah, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pihak Kepolisian Sektor Kelapa Dua menjelaskan kronologi penodongan senjata jenis airsoft gun, serta perampasan uang kepada resepsionis Hotel Fame Gading Serpong pada Jumat, 30 Oktober 2020.

Di mana, sekitar pukul 19.30 WIB, yang bersangkutan berinisial SDA (43), mendatangi Rumah Sakit Bethsaida untuk melakukan check up.

"Yang bersangkutan diakui memiliki depresi, lalu dia datang ke Rumah Sakit Bethsaida untuk konsultasi, dia datang dengan kendaraan mobil pribadi miliknya yang dibawa oleh sopir," kata Kapolsek Kelapa Dua, AKP Muharram Wibisono, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Selanjutnya, ketika sampai di rumah sakit, yang bersangkutan ini jalan ke arah Giant dengan menggunakan jaket sembari menenteng tas dan juga airsoft gun. Lalu, yang bersangkutan jalan ke kawasan Giant Gading Serpong, Tangerang.

"Lalu, dia ini masuk ke Hotel Fame Gading Serpong, sampai disana dia langsung menodongkan senjata ke petugas resepsionis, sembari meminta sejumlah uang," ujarnya.

Pelaku pun langsung meminta resepsionis memasukkan uang sebanyak kurang lebih Rp4 juta ke dalam tas yang dibawanya. Dan setelah itu, yang bersangkutan langsung keluar hotel.

"Saat keluar hotel, dia sempat mencoba mengelabui atau menghapus jejak, dengan cara membuka jaket yang dia kenakan," ungkapnya.

Namun, pelaku nyatanya tidak mudah mengelabui masyarakat setempat yang sudah melihat aksi pelaku. Hingga, yang bersangkutan berhasil diamankan warga dan petugas yang sudah berada di lokasi. Kini, SDA masih ditahan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.

Sebelumnya, Kepolisian Sektor Kelapa Dua Polres Tangerang Selatan, mengamankan seorang pria berinisial SD di kawasan Serpong, Kelapa Dua, Tangerang pada Jumat, 30 Oktober 2020, malam.

Hal itu setelah pria tersebut melakukan penodongan kepada petugas resepsionis di Hotel Fame Gading Serpong.

Dijelaskannya, awalnya pelaku berjalan dari Giant Gading Serpong dan mengarah ke Hotel Fame dengan menenteng senjata tersebut. Kemudian, pengunjung yang melihat pelaku membawa senjata melaporkan hal itu ke petugas keamanan Giant.

"Jadi pelaku ini sudah keliatan nenteng-nenteng senjata itu. Akhirnya petugas keamanan Giant menghubungi petugas kepolisian," ujarnya.